Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Sukabumi Lesu

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
29 Jan 2019   12:32

Komentar
Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Sukabumi Lesu

Produsen kue keranjang di Sukabumi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Perayaan Tahun Baru Cina (Imlek) identik dengan kudapan manis yakni kue keranjang (dodol cina). Tapi tujuh hari menjelang Imlek permintaan kue kerenjang di Kota Sukabumi, Jawa Barat justru sepi peminat. Padahal tahun-tahun sebelumnya selalu terjadi peningkatan permintaan kue keranjang.

Hal ini terlihat dari sentra pembuatan kue keranjang di Jalan Tipar Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Para pembuat kue keranjang mulai memenuhi pesanan dari warga.

‘’Penjualan mengalami penurunan mencapai 25 persen,’’ ungkap Afat, salah seorang pengrajin kue keranjang kepada wartawan, Selasa (29/1).

Baca Lainnya: 7 Sayuran Pembawa Hoki di Tahun Baru Imlek

Salah satu faktor yang memicu penurunan permintaan kue keranjang karena tahun ini harga kue keranjang naik. Faktor lainnya yakni kebiasaan mengirim kue keranjang kepada kerabat mulai berkurang.

Lebih lanjut diakui Afat, para pengrajin tetap memproduksi kue keranjang yang hanya dibuat satu tahun sekali tersebut. Terlebih produksi kue tersebut merupakan usaha turun temurun.

Afat menambahkan, setiap tahun biasanya  jumlah pesanan dodol Cina yang dibuat di rumahnya ini mengalami peningkatan hingga 30 persen.

Tapi pada 2019 ini, pesanan menurun. Ia mengungkapkan biasanya ia menghabiskan bahan 37 ton, tapi tahun ini berkurang menjadi 30 ton saja.

Baca Lainnya: Terungkap, Hewan Langka Kerap jadi Santapan Mewah Saat Imlek

Afat menerangkan, kue musiman itu tidak hanya diproduksi menjelang imlek. Usaha rumahan kue keranjang yang berdiri sejak tahun 1960 hingga kini terus berproduksi hingga tahun babi tanah ini.

Saat ini ia menjual kue keranjang dengan harga Rp38.000 per kilogram. Sedangkan harga eceran bisanya seharga Rp19.000 per biji. Dalam satu hari, Afat mengaku bisa memproduksi hingga 1 ton kue keranjang.

“Kue keranjang ini dipasarkan ke beberapa kota besar, seperti Bandung, Bogor, Jakarta, dan Sukabumi,” pungkasnya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: