Sering Tidur di Lantai, Harimau Sumatera di TR Jambi Mati Karena Paru-paru Basah

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
28 Jan 2019   22:30

Komentar
Sering Tidur di Lantai, Harimau Sumatera di TR Jambi Mati Karena Paru-paru Basah

Ayu, Harimau Sumatera di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi mati karena sakit. (Foto : Infojambi)

Trubus.id -- Kabar duka datang dari Kebun Binatang Taman Rimba, Jambi. Dua satwa dilindungi koleksi mereka dikabarkan mati selama 2 pekan berturut-turut. Menurut laporan, seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) diketahui mati Sabtu (26/1) dinihari. Sementara seekor singa (Panthera leo melanochaita) dilaporkan mati Sabtu (19/1) sepekan lalu. 

Harimau Sumatera yang dilaporkan mati diketahui bernama Ayu. Harimau ini adalah anak dari induk harimau Sumatera asal Kebun Binatang Ragunan, Jakarta. Sementara Hori, singa jantan yang dilaporkan mati adalah singa asal Taman Safari, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Rahmat Simbolon menjelaskan, Ayu dan Hori mati di Taman Rimba Jambi karena sakit. Meski sempat dirawat, namun perawatan intensif tidak mampu menyelamatkan kedua ekor satwa langka dilindungi tersebut.

Baca Lainnya : Batal Dilepasliarkan, Macan dari Gunung Lawu Kini Huni Kebun Binatang Solo

Dijelaskannya, Ayu diketahui muntah-muntah, Rabu (16/1) lalu. Namun ia masih bisa bergerak. Keesokan harinya, Ayu dilaporkan sudah tidak mau makan, sehingga kondisinya semakin lemah.

“Petugas kesehatan hewan Taman Rimba Jambi sempat melakukan perawatan terhadap harimau Sumatera tersebut, Jumat (18/1). Sampel darah satwa langka dilindungi itu diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan, harimau Sumatera tersebut mengalami penyakit pneumonia atau paru-paru basah akibat sering tidur di lantai,” katanya di Jambi, Minggu (27/1).

Sementara itu, lanjut Rahmat, Hori diduga mati diduga akibat luka berat yang ia derita. Singa jantan berumur 11 tahun yang memiliki berat 150 kg tersebut mengalami luka berat karena saling serang dengan singa betina bernama Cinta dalam kandang mereka, Jumat (18/12) silam. Perkelahian itu biasanya terjadi saat musim kawin tiba.

“Singa bernama Hori yang mengalami luka berat di pelipis mata sempat dioperasi. Pasca-operasi tersebut, singa jantan tersebut kurang nafsu makan dan kesehatannya menurun. Akhirnya singa itu mati, Sabtu (19/1),” katanya.

Dijelaskan, bangkai kedua satwa langka dilindungi itu dibakar dan sisa pembakarannya dikuburkan di sekitar Taman Rimba Jambi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Lainnya : Sepasang Harimau Benggala di Kebun Binatang Semarang Lepas dari Kandang

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Rimba Jambi, Taufik Bakhori membantah bahwa kematian dua satwa langka dilindungi di Taman Rimba Jambi itu akibat kurang perawatan, kandang yang tidak layak dan makanan yang kurang baik.

Menurut Taufik, kandang harimau Sumatera dan singa di Taman Rimba Jambi sudah memenuhi standar. Kandang tersebut terbuat dari lantai semen dan lantai papan. Kemudian makanan satwa dilindungi tersebut juga mencukupi dan kualitasnya baik. Pemeriksaan kesehatan harimau Sumatera itu juga dilakukan secara rutin..

"Harimau Sumatera dan singa kami berikan mekan daging 5 kg daging setiap hari. Daging yang kami berikan secara selang seling, yakni daging babi hutan dan sapi. Kandang satwa dilindungi tersebut juga sudah memenuhi standar. Sedangkan pemeriksaan kesehatan satwa langka di Taman Rimba Jambi ini juga kami lakukan secara rutin," katanya, Senin (28/1). [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: