2 Ekor Lumba-lumba 'Nyasar' di Sungai Kualuh, Dari Mana Asalnya?

TrubusNews
Syahroni
28 Jan 2019   21:30 WIB

Komentar
2 Ekor Lumba-lumba 'Nyasar' di Sungai Kualuh, Dari Mana Asalnya?

Penampakan lumba-lumba di Sungai Kualuh, Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Penampakan 2 ekor lumba-lumba di aliran sungai membuat gempar publik dunia maya. Dalam rekaman video dan foto yang tersebar di media sosial dan jadi viral itu nampak mamalia laut itu berenang di aliran sungai yang jelas bukan habitatnya.

Belakangan ketika ditelusuri diketahui, kekdua ekor lumba-lumba itu terekam kamera warga saat berenang di Sungai Kualuh, Dusun Ramean II, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Minggu (27/1) kemarin.

Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane pun membenarkan adanya penampakan lumba-lumba di Sungai Kualuh itu. Namun demikian, dirinya mengaku belum mengetahui dari mana asal mahluk penghuni lautan lepas itu.

“Iya, benar ada lumba-lumba. Ini masyarakat lagi heboh melihatnya di sungai, bahkan banyak warga yang memviralkan keberadaan lumba-lumba itu,” katanya, Senin (28/1).

Baca Lainnya : Aktivis Pecinta Hewan Tuntut Pentas Lumba-lumba di Kota Pekanbaru Dihentikan

Edi mengaku, lumba-lumba putih tersebut baru pertama kali terlihat di Sungai Kualah. Sehingga banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk melihatnya. “Banyak masyarakat yang antusias melihatnya. Lumba-lumba itu juga tidak merasa terganggu,” ujarnya.

Edi mengungkapkan, temuan itu sudah dilaporkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang akhirnya berdampak pada satwa dilindungi tersebut.

“Kita sudah lapor BBKSDA di Asahan. Mereka sudah konfirmasi akan turun. Kami khawatir kalau lumba-lumba itu mati,” tandasnya.

Ketika dikonfirmasi, BBKSDA Provinsi Sumatera Utara mengaku pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Tim pun sudah diturunkan untuk meneliti dan mengevakuasi mamalia laut tersebut.

“Sudah. Kita sudah mendapat informasi tersebut dari masyarakat, dan juga sudah melihatnya di media sosial. Kita turunkan tim untuk meneliti lumba-lumba itu," kata Kepala BBKSDA Provinsi Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi, Senin (28/1).

Baca Lainnya : Seekor Lumba-lumba Ditemukan Mati di Pantai Trisik, Apa Penyebabnya?

Hotmauli memandang, keberadaan lumba-lumba tersebut di Sungai Kualuh diduga karena tersesat saat air laut pasang, sehingga lumba-lumba itu terjebak di Sungai Kualuh. Untuk mengembalikan lumba-lumba itu ke laut, BBKSDA Sumut akan berkoordinasi dengan masyarakat dan nelayan setempat. Pihaknya juga berencana mengembalikan lumba-lumba ke asalnya.

BBKSDA Sumut bersama masyarakat dan nelayan setempat juga akan melakukan pengamanan di lokasi tempat lumba-lumba itu berada saat ini, agar tidak diganggu dan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Setelah memungkinkan untuk dievakuasi, selanjutnya akan dilakukan pengwalan terhadap lumba-lumba itu untuk kembali ke habitatnya, di laut,” tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: