Harga Bawang Merah Cirebon Terjun Bebas, Petani Rugi Besar

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
28 Jan 2019   21:00

Komentar
Harga Bawang Merah Cirebon Terjun Bebas, Petani Rugi Besar

Pedagang bawang merah (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Saat ini nasib petani bawang merah di Kabupaten Cirebon semakin memprihatinkan. Dalam dua pekan terakhir, harga bawang yang semula anjlok, malah semakin terjun bebas.

"(Petani bawang merah) sekarang bukan hanya menangis, tapi sudah Innalillahi,’’ ujar seorang petani bawang merah asal Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Wasirudin, Senin (28/1).

Wasirudin menjelaskan, harga bawang merah di tingkat petani saat ini hanya di kisaran Rp6.000 – Rp7.000 per kilogram. Sebelumnya harga bawang merah masih di tingkat petani masih Rp12.000 per kilogram. Bahkan pada awal Januari, harganya  sempat menyentuh angka Rp20.000 per kilogram.

Baca Lainnya : Sumut Terus Berupaya Penuhi Kebutuhan Bibit Bawang Merah

Dengan harga bawang merah yang hanya Rp6.000 – Rp7.000 per kilogram, Wasirudin mengakui, petani mengalami kerugian yang sangat besar. Hal tersebut karena modal yang telah dikeluarkan tak sebanding dengan hasil penjualan panen kali ini.

Selama musim tanam, Wasirudin telah mengeluarkan modal sekitar Rp100 juta per hektare. Namun, dengan hasil panen yang mencapai sepuluh ton per hektare dan harga bawang merah yang hanya Rp6.000 – Rp7.000 per kilogram, maka hasil yang diperoleh hanya Rp60 juta – Rp70 juta per hektare.

Wasirudin mengungkapkan modal yang digunakan untuk menanam bawang merahselama ini diperoleh dari utang ke bank. Dengan hasil panen saat ini, dirinya jadi kesulitan untuk membayar cicilan ke bank. 

Baca Lainnya : Harga Bawang Merah di Cirebon Anjlok, Petani Kurangi Lahan

"Rata-rata petani bawang merah itu dapat modalnya ya dari utang,’’ ujar Wasirudin.

Dampaknya, selain kesulitan membayar cicilan utang, para petani juga akan kesulitan memperoleh modal untuk musim tanam berikutnya. Diperkirakan akan ada sejumlah petani yang tidak bisa lagi menanam bawang merah.

"Petaninya gulung tikar, tidak bisa tanam lagi,’’ ujar Wasirudin.

Wasirudin juga mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang dinilainya tutup mata terhadap nasib petani bawang merah. Janji pemerintah untuk membeli bawang merah milik petani, hingga kini hanya sebatas janji.

Petani bawang merah lainnya, Jajo, juga mengaku sangat kecewa dengan rendahnya harga bawang merah saat ini. Apalagi, untuk kebutuhan bibit bawang merah yang ditanamnya, diperoleh dari berutang ke pedagang bibit. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: