Nelayan Riau Temukan Bangkai Dugong Seberat 400 Kilogram di Tepi Pantai

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
28 Jan 2019   20:00

Komentar
Nelayan Riau Temukan Bangkai Dugong Seberat 400 Kilogram di Tepi Pantai

Dugong seberat 400 kg terdampak di pantai Riau. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Mamalia laut jenis dugong seberat 400 kilogram dengan panjang 3,4 meter, lingkar badan 187 sentimeter, lebar ekor 115 sentimeter dan lebar sirip 23 sentimeter, ditemukan terdampar di Pantai Clastal Area yang berada di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Senin (28/1). Saat ditemukan, mamalia raksasa itu diduga telah mati.

Awalnya penemuan dugong oleh nelayan itu pertama kali diketahui Minggu (27/1), tetapi nelayan baru melaporkan hari ini dan langsung mendapatkan penanganan petugas Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut Padang Direktorat Jendral Pengelola Ruang Laut-KKP. 

Baca Lainnya : Ikan Duyung Mati Misterius, Bangkainya Terdampar di Pulau Rupat Riau

"Ini kemarin malam kita temukan dalam keadaan mati. Kita langsung mencari kontak petugas dan melaporkan penemuan ini," ujar Zaini, nelayan di Pantai Clastal, Riau, Senin (28/1).

Awalnya dugong tersebut dikira anjing laut oleh para nelayan. Setelah dilakukan pengecekkan oleh petugas, satwa itu ternyata adalah dugong. Sebagaimana diketahui, dugong merupakan spesies mamalia yang dilindungi dari 20 spesies prioritas yang menjadi target penting Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Koordinator BPSPL Padang-Satker Tanjungpinang, Iche Muhammad Riskan mengungkapkan, pelaporan dugong terdampar tersebut telah diterima pihaknya sejak Minggu kemamrin. Mendapat informasi, tim BPSPL dari Tanjungpinang langsung diturunkan melakukan identifikasi dan penanganan terhadap mamalia dilindungi tersebut.

"Kita langsung berkoordinasi bersama PSDKP Karimun dan Dinas Perikanan Karimun melakukan pengecekkan di lapangan. Setelah dipastikan, kita langsung turun pagi ini ke Karimun," ujar Iche.

Baca Lainnya : Ikan Geger Lintang Seberat 1 Ton Terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul

Diakui Iche, mamalia jenis dugong itu diduga terdampar akibat musim utara, dimana gelombang cukup tinggi di Perairan Kepri. Selain itu, diperkirakan dugong tersebut berasal dari perairan Karimun Anak, Kabupaten Karimun.

"Hasil pemeriksaan dan pengamatan, dugong ini telah mengalami pembusukan tingkat lanjut, dimana tubuh sudah membusuk dan bagian perut telah pecah," ungkapnya.

Pihaknya mengatakan, berterimakasih karena masyarakat mulai sadar terkait perlindungan konservasi jenis ikan, salah satu contohnya melalui pelaporan kejadian mamalia laut terdampar (dugong) di perairan Karimun, sehingga dapat ditangani dengan baik. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: