12.000 Ton Limbah Kulit Jeruk Mampu Pulihkan Kerusakan Hutan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
28 Jan 2019   12:30

Komentar
12.000 Ton Limbah Kulit Jeruk Mampu Pulihkan Kerusakan Hutan

Ilustrasi sampah kulit jeruk (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Selama ini hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia dan habitat bagi beragam jenis flora dan fauna. Selain itu keberadaan hutan juga sebagai pengendali cuaca, tempat penyimpanan air, bahkan mampu mengurangi polusi udara kotor. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan makin banyaknya kegiatan perambahan mengakibatkan degradasi atau kerusakan hutan.

Namun kini ada cara baru yang ditemukan untuk menjaga kelestarian hutan. Trubus Mania perlu tahu jika kulit jeruk ternyata memiliki manfaat yang begitu menakjubkan. Kulit jeruk dianggap mampu menyelamatkan lahan hutan.

Ide memanfaatkan kulit jeruk untuk menyelamatkan lahan tanah yang dibakar untuk dijadikan sebagai tempat industri minyak kelapa sawit sempat diberhentikan karena dituntut kompetitornya dengan tuduhan ''mencemari lahan''. Namun eksperimen di Costa Rica tersebut terbukti sukses setelah belasan tahun berlalu.

Baca Lainnya : Petani di Kalsel Terima Bantuan Upsus Bawang, Cabai dan Jeruk

Seperti dikutip dari laman Science Alert, eksperimen ini sendiri tadinya dilakukan di tahun 1997, ekologis Daniel Janzen dan Winnie Hallwachs memiliki ide untuk menyelamatkan lahan tersebut dengan cara bekerja sama dengan produsen jus jeruk.

20 tahun yang lalu, beberapa ekologi yang berjuang untuk konservasi ekosistem tropis Costa Rica meyakinkan produsen jus jeruk besar untuk menyumbangkan sebagian dari hutan mereka ke taman nasional dengan imbalan hak untuk membuang sejumlah besar kulit jeruk di lahan yang terdegradasi. 

Awalnya, ide memanfaatkan kulit jeruk untuk menyelamatkan hutan terdengar aneh dan diolok-olok. Namun akhirnya sebanyak 12.000 ton kulit jeruk dibuang di lahan rusak tersebut.

Baca Lainnya : Balitbangtan Kembangkan Metode Membuat Jeruk Cepat Berbuah

Tapi sayangnya, tak lama setelah eksperimen tersebut dilaksanakan, produsen jus jeruk yang bersangkutan malah diberhentikan karena dituntut oleh kompetitor. Karena tak lagi punya pilihan lain, eksperimen tersebut pun terpaksa dilupakan dan tidak dilanjutkan kembali.

Tapi, 12.000 ton kulit jeruk yang sudah telanjur dibuang tentunya tidak dapat dipungut kembali dan dibiarkan saja berada di tempat semula.

Barulah sekitar 16 tahun kemudian, seorang ekologis lainnya datang ke lahan seluas 3 hektare yang dulu pernah dijadikan tempat pembuangan 12.000 ton kulit jeruk, bukannya menemukan sampah kulit jeruk yang berbau busuk, ekologis ini malah menemukan hutan lebat di lahan tersebut.

Ternyata ribuan ton kulit jeruk yang dibuang di tempat tersebut telah berhasil membuat lahan rusak yang ada kembali bisa ditumbuhi tanaman.

Baca Lainnya : Pupuk Ajaib Ini Bisa Meningkatkan Produksi Jeruk, Penasaran?

Kini aneka macam spesies hewan pun kini bisa hidup di tempat yang dulunya merupakan hutan yang rusak terselamatkan karena kulit jeruk.

"Ini adalah satu-satunya contoh yang pernah saya dengar di mana Anda bisa mendapatkan penyerapan karbon negatif," kata Timothy Treuer, seorang ilmuwan di Princeton University's Department of Ecology and Evolutionary Biology.

"Ini bukan hanya win-win antara perusahaan dan taman lokal, ini adalah kemenangan bagi semua orang," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait