BPBD Sebut Bendungan Logung Signifikan Kurangi Banjir

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
28 Jan 2019   09:30

Komentar
BPBD Sebut Bendungan Logung Signifikan Kurangi Banjir

Bendungan Logung, Kudus, Jawa tengah (Foto : instagram.com/frengkypengki/)

Bendungan Logung, yang dibangun di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai dirasakan efektivitas pembangunannya, terutama bagi Kecamatan Jekulo yang menjadi langganan banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan  genangan banjir di beberapa titik kecamatan tersebut berkurang signifikan.

"Beberapa lokasi di Kecamatan Jekulo yang sering dilanda banjir tersebar di Desa Sadang, Bulungkulon, Bulung Cangkring, Hadipolo serta Jekulo," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, di Kudus, Minggu (27/1)

Meskipun demikian, dia berharap, masyarakatnya tetap untuk menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan tidak ada yang membuang sampah sembarang, terutama di saluran air agar tidak menjadi penyumbat saluran saat curah hujan tinggi karena bisa menimbulkan genangan banjir.

Baca Lainnya: Bendungan Logung Mampu Mengairi 5.296 Ha, Juga Jadi Destinasi Wisata Baru

Kalaupun ada genangan banjir, kata dia, ada di Desa Pladen yang dilintasi aliran sungai dari Pegunungan Patiayam.

Perilaku membuang sampah sembarang memang mengakibatkan banjir, seperti di Desa Kesambi, Kecamtan Mejobo. Akibat banyaknya sampah yang menyangkut dua jembatan di desa setempat, mengakibatkan air Sungai Piji melimpas ke pemukiman warga.

"Personel BPBD bersama TNI, Polri dan masyarakat sudah melakukan pengambilan sampah tersebut sehingga air tidak lagi melimpas," ujarnya.

Daerah lain yang terdampak banjir dengan curah hujan tinggi seperti sekarang, yakni di Kecamatan Mejobo, meliputi Desa Mejobo dan Golantepus yang disebabkan karena meluapnya air Sungai Dawe.

Akibatnya, perkampungan warga setempat tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi untuk Desa Mejobo bisa mencapai 20 sentimeter, sedangkan Desa Golantepus bisa mencapai 30-an cm.

Genangan banjir juga terjadi di Desa Kedungdowo dan Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, akibat limpasan air dari Sungai Santren yang mengakibatkan genangan banjir dengan ketinggian antara 20-30 cm. 

Baca Lainnya: Teknologi CAS Bawa Angin Segar Petani Kudus

Desa lain di Kecamatan Kaliwungu yang dilanda banjir, yakni di Desa Mijen, Sidorekso dan Gamong yang disebabkan karena meluapnya air di sungai desa setempat.

Sementara banjir di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, disebabkan karena adanya limpasan air dari Sungai Gondang serta banjir juga melanda Desa Dersalam, Kecamatan Bae.

Banjir yang terjadi di sejumlah lokasi tersebut, bersifat sementara karena akan kembali surut setelah hujan reda serta debit air sungai juga berkurang.

Berdasarkan pemetaan BPBD Kudus, sejumlah daerah rawan banjir tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Undaan, Mejobo, Kaliwungu, Jati dan Jekulo.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: