3 Hari Terisolir, Tim Penyelamat Masih Berusaha Tembus Jalur Sapaya, Gowa

TrubusNews
Syahroni
25 Jan 2019   22:30 WIB

Komentar
3 Hari Terisolir, Tim Penyelamat Masih Berusaha Tembus Jalur Sapaya, Gowa

Bencana tanah longsor terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan memutus jalur transportasi. (Foto : Tribunnews)

Trubus.id -- Banjir besar terjadi di berberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Kabupaten Gowa adalah salah satu wilayah yang cukup terdampak bencana ini. Di Kabupaten ini bahkan ada perkampungan penduduk yang sampai saat ini terisiolasi.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, wilayah yang terisolasi itu ada di Sapaya. Warga di wilayah tersebut sudah 3 hari belakangan terisolasi lantaran jalan yang menghubungkan perkampungan mereka dengan wilayah lain tertutup tanah longsor saat bencana terjadi. 

"Kita berusaha menembus ke Sapaya yang telah terisolir 3 hari dan kita mencoba jalur alternatif dari Parangloe dan ke Desa Tamalate dan kita mengikuti jalur hingga ke Bungaya," kata AKBP Shinto Silitonga di Kabupaten Gowa, Sulsel, Kamis (25/1).

Baca Lainnya : Terus Bertambah, Pengungsi Banjir Bandang dan Longsor di Gowa Capai 3.389 Jiwa

Shinto mengatakan hingga saat ini proses evakuasi dan pembersihan di wilayah Manuju, Gowa, masih terus dilakukan. Jalan yang dibersihkan dengan alat berat ini adalah akses jalan menuju wilayah Sapaya, yang juga ikut terdampak lokasi tanah longsor.

Pihak kepolisian kata Shinto juga menerjunkan Unit Satwa K9, yang ikut membantu proses pencarian korban yang tertimbun tanah longsor. Perlu diketahui, banyaknya korban yang tertimbun tanah pada insiden tanah longsor di Kabupaten Gowa, Sulsel, menjadi kendala tersendiri para tim penyelamat. 

Sementara itu, terkait bencana ini Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah sudah menyatakan status tanggap darurat bencana alam di provinsi itu akan berlangsung hingga 29 Januari 2019. 

Baca Lainnya : Evakuasi Berlanjut, Tim Terpadu Kembali Temukan 29 Jenazah Longsor dan Banjir Sulsel

Hal itu ia sampaikan saat meninjau lokasi terdampak di Desa Sapanang, Kabupaten Jeneponto, Jumat (25/1).

"Kita juga lagi membentuk peduli bencana untuk membantu kita lihat kasus perkasus, dari 10 kabupaten yang merasakan dampak (terparah) adalah Gowa, Jeneponto," ucapnya. 

Gubernur berharap langkah awal bagaimana masyarakat memiliki tempat tinggal untuk mengungsi dan logistik sampai kepada masyarakat. Melakukan kerjasama dengan TNI-Polri dan petugas pertolongan atau petugas gabungan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: