Bebasnya Ahok dan Sejarah Karangan Bunga

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
24 Jan 2019   11:30

Komentar
Bebasnya Ahok dan Sejarah Karangan Bunga

Karangan bunga (Foto : Astri Softyanti/trubus.id)

Trubus.id -- Sampai pagi tadi, Kamis (24/1) karangan bunga terus berdatangan menyambut kebebasan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (BTP) atau Ahok.

Karangan bunga yang berjejer hingga ke depan Gereja GPIP Gideon itu bertuliskan dukungan atas perjuangan BTP karena bisa kembali menghirup udara bebas.

Bagaimana sebenarnya sejarah karangan bunga?

Karangan bunga biasanya akan menghiasi sebuah perayaan baik ungkapan duka cita, pernikahan, ulang tahun, peresemian suatu tempat, atau perayaan lainnya. Ada ungkapan yang ingin disampaikan dari 'bahasa' bunga dalam karangan tersebut.

Baca Lainnya: Bunga-Bunga Cantik Banjiri Mako Brimob Sambut Ahok Bebas

Karangan bunga masuk dalam bagian seni merangkai bunga yang disusun dalam berbagai bentuk kreatif dengan bahasa menyentuh. Rangkaian bunga juga bisa menjadi simbol tertentu, bergantung pada pemilihan jenis bunga.

Budaya di beberapa negara Asia dan Timur Tengah, menganggap bunga tertentu sebagai hal suci dan berhubungan dengan spiritual.

Sementara di era Victoria, bunga memiliki arti khusus. Seperti bunga chamomile sebagai ungkapan 'kesabaran' dari kekasih pada pasangannya.

Seni merangkai bunga berasal dari Mesir sejak 2500 tahun sebelum masehi. Dari artefak yang ditemukan oleh arkeolog, terlihat karangan bunga dalam vas. Rangkaian dekorasi dengan bunga juga terlihat dari relief pada mumi. Bunga-bunga dianggap sebagai simbol relijius sekaligus kesucian.

Seni karangan bunga kemudian terus berkembang hingga ke Yunani Kuno dan Kerajaan Romawi. Mereka begitu tertarik pada karangan bunga dan memakai jenis bunga terbaik. Bagi orang-orang Yunani, karangan bunga merupakan simbol bagi kekuasaan, kesetiaan, dedikasi dan kehormatan.

Baca Lainnya: Menggiurkan, Untung Bertani Bunga untuk Konsumsi

Sementara itu, orang Romawi menganggap karangan bunga sebagai lambang kemenangan militer dan menghormati kemenangan komandan yang baru saja perang.

Berkembangnya zaman turut mempengaruhi bentuk dari karangan bunga. Pada masa Renaissance (tahun 1400 hingga 1600), desain karangan bunga turut menandai mulainya era kemajuan di eropa. Gaya karangan bunga era Renaissance dipengaruhi gaya klasik Yunani, Romawi dan Bizantium.

Pada masa tersebut, orang-orang di Eropa begitu menikmati rangkaian dengan banyak bunga. Mereka banyak menggunakan karangan bunga di gereja-gereja. Bunga yang paling banyak digunakan yakni mawar dan lily.

Memasuki era moderen pada abad ke-20, karangan bunga semakin bervariasi bentuk dan jenisnya. Mulai dari bouquet, standing flower hingga karangan bunga yang dibentuk menggunakan papan. Seperti yang terlihat di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat menyambut kebebasan BTP. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: