Kementan Kerjasama Lintas Sektor Cegah Rabies di Dompu Meluas

TrubusNews
Karmin Winarta
23 Jan 2019   11:29 WIB

Komentar
Kementan Kerjasama Lintas Sektor Cegah Rabies di Dompu Meluas

Tim Gabungan Dokter Hewan sedang berada di Dompu (Foto : Dok Kementan)

Trubus.id -- Terkait dengan adanya kasus penyakit Rabies (Anjing Gila) di Kabupaten Dompu, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah mengirimkan Tim Gabungan Dokter Hewan untuk melakukan investigasi dan penanganan Rabies di wilayah tersebut.

Kegiatan ini melibatkan instansi lintas sektor, diantaranya dengan Kementerian Kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita pada hari ini Rabu (23/01) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

“Kami langsung kirimkan Tim Gabungan Dokter Hewan dari Direktorat Kesehatan Hewan dan Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, yaitu Drh. Pebi Purwo Suseno, Drh. Syafrison Idris dan Drh. Ketut Ely Supartika untuk berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Nusa Tenggara Barat, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu”, ungkap I Ketut Diarmita.

Baca Lainnya: 2 Warga Tewas Usai Digigit Anjing, Dompu Tetapkan KLB Rabies

“Tim kami sudah turun sejak hari Kamis 17 Januari Minggu lalu dan melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk bersama-sama melakukan investigasi mengingat adanya laporan kematian pada manusia”, tambahnya.

I Ketut Diarmita menyampaikan, berdasarkan hasil penelusuran Timnya, telah dilaporkan ada 2 kasus lyssa pada manusia yaitu di Kecamatan Kempo dan 1 kasus positif Rabies pada hewan di Kecamatan Manggelewa.

Baca Lainnya: Tekan Penyakit Anjing Gila, Kementan Bagikan 1,5 Juta Vaksin Antirabies

“Tim Investigasi kami juga telah menemukan fakta bahwa sejak bulan Mei 2018 terdapat kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) sebanyak 192 kasus”, ungkapnya.

Ia jelaskan bahwa untuk distribusi kasus GHPR terbanyak dilaporkan pada bulan Januari 2019 yakni 84 kasus (sampai 20 Januari 2019), pada bulan Desember 2018 dilaporkan 64 kasus, November 23 kasus, Oktober 7 kasus, sedangkan pada bulan Mei, Agustus dan September masing-masing ada 1 kasus, sedangkan GHPR sisanya tidak tercatat secara jelas waktunya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: