19 Kali Guguran Larva Tercatat Menyembul dari Gunung Merapi

TrubusNews
Binsar Marulitua
23 Jan 2019   10:00 WIB

Komentar
19 Kali Guguran Larva Tercatat Menyembul dari Gunung Merapi

Gunung Merapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat total sebanyak 19 kali guguran lava pijar meluncur dari Gunung Merapi pada Selasa (22/1).

BPPTKG merilis telah terjadi 19 kali guguran lava pijar berdasarkan tiga periode pengamatan Gunung Merapi mulai pukul 00.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Pada periode pengamatan pertama pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG mencatat 7 kali guguran lava pijar dan berdasarkan data seismik yang durasinya mencapai 14 sampai 56 detik.

Periode pangamatan kedua, pukul 06.00-12.00 WIB, jumlah guguran tercatat 6 kali dengan durasi 18-84 detik.

Baca Lainnya : Gunung Merapi Kembali Semburkan 10 Kali Guguran Lava Pijar

Selanjutnya, pangamatan ketiga, pukul 12.00 - 18.00 WIB, jumlah guguran tercatat 6 kali berdasarkan data seismik dengan durasi 27-60 detik. Selama periode pengamatan itu tidak ada guguran yang teramati karena cuaca Gunung Merapi masih berkabut dan mendung.

BPPTKG selama mengamati gunung api itu pada Senin (21/1), dari pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, mencatat 41 kali, satu kali gempa hembusan, 2 kali gempa hybrid, serta satu kali gempa tektonik.

Per 16 Januari 2019, volume kubah lava di gunung teraktif di Indonesia itu tercatat 453.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 2.300 meter kubik per hari atau lebih rendah dari pekan sebelumnya.

Baca Lainnya : BPBD Sleman Waspada Potensi Banjir Lahar Hujan Gunung Merapi

Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: