Agar Tak Dibuang, Pemerintah Bantu Penjualan Buah Naga di Banyuwangi

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Jan 2019   20:30 WIB

Komentar
Agar Tak Dibuang, Pemerintah Bantu Penjualan Buah Naga di Banyuwangi

Petani membuang buah naga ke sungai karena geram harga hasil tani mereka tengah anjlok. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Belum lama ini aksi membuang buah naga ke sungai oleh petani Banyuwangi menjadi viral di dunia maya. Aksi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Yah, mereka diduga geram karena saat ini harga buah naga hasil panen mereka tengah anjlok.

Di tingkat petani, harga buah naga di Banyuwangi berkisar Rp1.500-Rp2.000 per kilogram (kg). Karena tidak terima buah naga yang mereka produksi tidak dihargai dan tidak laku di pasaran itulah mereka memutuskan untuk membuangnya. 

Kini usai video pembuangan buah naga ke sungai itu, beredar video permohonan maaf dari pelaku yang bernama Agus Widiaputra, warga RT 25 RW 3, Kedung Gebang, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. 

Baca Lainnya : Kementan Gandeng Tiga Investor Serap 150 Ton Buah Naga Petani Banyuwangi

Dalam video lanjutan tersebut Agus menerangkan bahwa buah naga yang dibuang bukan buah yang bagus, tetapi sudah tidak layak dikonsumsi.

“Kemarin bingung mau dibuang ke mana, di sini tidak ada pembuangan sampah umum. Dibuang ke sawah akan mengganggu. Semoga nanti mendekati imlek ada kenaikan sehingga ada sedikit kemakmuran bagi petani dan pedagangnya,” terang Agus.

Menanggapi peristiwa pembuangan buah naga itu, Selasa (22/1) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan bersama dengan tim dari Kementerian Pertanian dan membenarkan bahwa buah naga yang dibuang sudah busuk dan tidak layak makan.

Arief menjelaskan, pihaknya sudah mendatangkan tiga perusahaan yang akan membeli buah naga langsung kepada petani buah naga Banyuwangi.

“Sudah ada tanda tangan perjanjian antara petani dan perusahaan, termasuk harga pembelian antara Rp5.000 hingga Rp6.000 sesuai dengan grade buah naganya. Selain itu, pemerintah dan petani juga melakukan kesepakatan mengembangkan buah naga dengan cara yang benar. Benar menurut petani dan benar menurut pemerintah,” tambahnya.

Baca Lainnya : Imlek Datang, Petani Buah Naga Kulon Progo Girang

Pihaknya mengakui bahwa harga buah naga di pasaran anjlok, namun untuk jenis anorganik dengan harga antara Rp1.500 sampai Rp 2.000 per kg. Sementara buah naga organik harganya cukup tinggi, bahkan mencapai Rp 10.000 per kilogram.

“Untuk yang anorganik memang overproduksi tapi ya ini termasuk keberhasilan pertanian. Buah naga jenis ini yang dijual eceran di pasar. Tapi untuk yang organik sudah memiliki pangsa pasar khusus, termasuk untuk supermarket dan outlet besar. Bahkan untuk ekspor ke China, pembeli langsung ambil ke petani,” pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: