Jagung Impor Masuk Saat Panen Raya, Petani Resah

TrubusNews
Astri Sofyanti
22 Jan 2019   15:00 WIB

Komentar
Jagung Impor Masuk Saat Panen Raya, Petani Resah

Jagung, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementrian Perdagangan memutuskan akan mengimpor jagung sebanyak 30 ribu ton. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito mengaku, keputusan impor ini adalah permintaan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Jagung impor tersebut diperkirakan akan masuk paling lambat Maret 2019. Rencana impor ini ternyata menjadi polemik baru bagi petani.

Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin merasa khawatir impor tersebut bisa menggangu harga jagung lokal dan merugikan petani. Dirinya memperkirakan pada Februari mendatang petani akan melakukan panen raya.

Baca Lainnya: Pemerintah Minta Rekomendasi Impor Jagung dari Kementan untuk Peternak Mandiri

"Ini akan jadi blunder karena tidak berhasil masuk pada Januari, sebelum panen raya. Kalau masuk Februari bisa membuat pasokan terlalu tinggi," terangnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/1).

Dirinya khawatir, jika impor baru masuk saat panen raya, maka harga jagung akan jatuh cukup signifikan karena ada banjir pasokan. Hitung-hitungannya, harga jagung bisa menyentuh kisaran di bawah Rp3.000 per kilogram (kg).

"Padahal maunya harga di kisaran Rp4.000-4.500 per kg, itu harga yang untung bagi petani dan peternak," ujarnya.

Jika saat impor bersamaan dengan panen raya, dirinya memperkirakan harga jagung lokal akan anjlok. Harga anjlok hingga di bawah Rp3.000 per kg, ia menghitung kerugian petani bisa mencapai Rp1.000 per kg.

Baca Lainnya: Kementan Beri Bantuan 50 Pompa Air untuk Petani Probolinggo

Di sisi lain, ia pun tak yakin jika Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bisa menyerap hasil panen jagumg petani dalam jumlah besar.

Terlebih diperkirakan gudang Bulog tak cukup. Belum lagi, Bulog tak punya infrastruktur yang memadai, seperti pengeringan (dryer) untuk jagung hasil panen yang masih dalam kondisi basah.

"Saya curiga ini ada yang bermain-main di sini supaya harga naik turun, jadi harus dicari siapa yang bermain dan bagaimana atasinya. Saya tidak menuduh, tapi harga turun itu memberatkan," ungkap Sholahuddin.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: