Alat-alat Mitigasi Akan Dipasang Usai Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
21 Jan 2019   21:30

Komentar
Alat-alat Mitigasi Akan Dipasang Usai Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda

Kementerian ESDM akan pasang alat-alat mitigasi di GAk usai aktivitas gunungapi itu mereda. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu menyebabkan tsunami di Selat Sunda yang akhirnya menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Untuk itu, agar peristiwa tidak terulang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memasang alat-alat mitigasi di Gunung Anak Krakatau.

Dalam diskusi Strategi Mitigasi Gunungapi Anak Krakatau yang digelar di gedung Sekjen Kementerian ESDM, Senin (21/1), Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, tidak ada bencana geologi yang bisa dicegah. Namun, hal yang bisa dilakukan adalah upaya untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa.

"Hampir tidak ada bencana geologi itu yang bisa dicegah, hampir tidak ada, yang bisa itu dimitigasi sehingga mengurangi korban jiwa dan kerugian materiel," kata Jonan.

Baca Lainnya : Chile, Negara dengan Sistem Mitigasi Bencana Terefektif di Dunia Diguncang Gempa 6,7 SR

Untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materil itulah menurutnya, hal yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan sedini mungkin menggunakan alat-alat mitigasi.

"Tapi ini kan sulit untuk mengetahui sumber persis (bencana), berbagai alat pun bisa, itu juga adalah alat mitigasi untuk membaca gerakan atau movement atau apa yang dilakukan sifat perubahan deformasi atau apa segala macam, yang bisa untuk mengetahui kemungkinan terjadinya seperti apa," jelas Jonan.

Sementara, Kepala Badan Geologi ESDM, Rudy Suhendar mengatakan peralatan mitigasi akan segera dipasang setelah keadaan Gunung Anak Krakatau mulai menurun. Berbagai alat yang bertugas melakukan pemantauan sedari dini itu akan dipasang di Gunung Anak Krakatau dan di pulau sekitarnya.

"Ketika aktivitas sudah benar benar turun, kita ada beberapa pasang instrumen, baik di Pulau Anak Krakataunya sendiri maupun di Pulau Sertung, di Pulau Pajang," ucap Rudy.

Baca Lainnya : BMKG Telah Usulkan Pengembangan Teknologi Mitigasi Sejak Awal Tahun Lalu

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, Hendra Gunawan, mengatakan akan ada alat-alat baru untuk mendukung mitigasi sistem monitoring Gunung Anak Krakatau.

"Kami kembangkan monitoring dengan internet telemetri, dan SMS telemetri untuk memberi perkembangan ke masyarakat dalam jangka luas," ucap Hendra.

"Kemudian penggabungan sistem radio dengan sistem internet, dan modul satelit. Modul satelit lebih mahal tapi tidak perlu ruangan besar dan bisa terima data di mana saja," sambungnya.

Hendra mengatakan sejauh ini masalah mitigasi Gunung Anak Krakatau karena infrastruktur monitoring. Dirinya berharap pengembangan ini bisa mengurangi dan mencegah. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: