Buaya Raksasa yang Memangsa Deasy Tuwo, Ditemukan Mati di TWA Batu Putih

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
21 Jan 2019   20:00

Komentar
Buaya Raksasa yang Memangsa Deasy Tuwo, Ditemukan Mati di TWA Batu Putih

Buaya raksasa yang diberinama Merry saat hendak diamankan petugas BKSDA Sulut. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Belum lama ini, warga Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sultra) digemparkan dengan kabar tewasnya seorang wanita bernama Deasy Tuwo. Yang bikin geger, Deasy tewas karena dimangsa buaya raksasa yang dipelihara di lingkungan perusahaan budidaya mutiara di desa tersebut. 

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan kemudian mengamankan buaya raksasa seberat 600 kilogram lebih itu, Jumat (11/1) lalu.  

Usai disita, buaya yang diberi nama Merry itu kemudian dititipkan ke Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Bitung. Namun belum lama buaya itu menghuni kandang karantina, dikabarkan buaya itu mati, Minggu (20/01) kemarin.

Baca Lainnya : Buaya Raksasa yang Memangsa Deasy Tuwo, Akhirnya Disita BKSDA Sulut

Menanggapi adanya kabar tersebut, Sekretaris Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut, Hendrik Sarundengan tidak menampiknya. Menurut informasi yang ia peroleh, buaya tersebut ditemukan mati oleh petugas sekitar pukul 11.00 Wita.

"Berdasarkan informasi dari petugas TWA sekitar pukul 11.00 Wita, katanya buaya Merry sudah mati. Kami pun sudah cek dengan cara menghubungi pihak PPS, dan jawabannya sama, mereka memastikan bahwa buaya yang mati di TWA Batuputih itu adalah buaya Merry yang memakan Deasy beberapa waktu lalu," jelas Hendrik, Senin (21/1).

Pun demikian, Hendrik mengaku jajarannya belum mengetahui secara pasti penyebab matinya Merry. Untuk itu, pihaknya berencana untuk melakukan otopsi pada bangkai Merry. 

Baca Lainnya : Gempar, Perempuan Cantik Memeluk Buaya Ganas di Malaysia

"Belum tahu karena apa, kita harus autopsi dulu supaya tahu penyebabnya apa," terangnya.

Kematian buaya ini, sudah dilaporkan ke pihak Polres Bitung untuk dilakukan autopsi yang nantinya akan dilakukan bersama tim PPS Tasioki hari ini.

"Kita masih menunggu hasil autopsi, karena kita belum bisa menginditifikasi apa buaya tersebut mati normal atau tidak, karena ada dokter hewan yang lebih ahli untuk memperkirakan. Kami belum bisa sampaikan karena harus dari kepolisian," terang dia.

Diketahui, status buaya ini adalah titipan barang bukti ke BKSDA. Penjelasan akan menunggu hasil dari autopsi dari PPS dan polisi nantinya sebagai tim ahli. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: