Ekspor dan Kesejahteraan Petani Meningkat, Kinerja Kementan Tuai Pujian DPR RI

TrubusNews
Syahroni
21 Jan 2019   19:00 WIB

Komentar
Ekspor dan Kesejahteraan Petani Meningkat, Kinerja Kementan Tuai Pujian DPR RI

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menghadiri rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (21/1). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Senin (21/1), Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar Rapat Kerja Komisi untuk membahas pagu anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) 2019 yang telah disahkan pada 2018 silam yakni sebesar Rp21,8 triliun. Penetapan anggaran itu didasarkan pada data luas lahan lama, sebelum ada pembaruan dari Kementerian ATR yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo juga berkesempatan mengapresiasi capaian kinerja Kementan selama kurun waktu 4 tahun ini. Edhy mengatakan, produksi gabah dan jagung harus dipertahankan untuk kepentingan bangsa yang lebih luas.

Komisi IV DPR RI sangat mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Kementan untuk tidak menggunakan data lahan yang dikeluarkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sebagai basis penghitungan anggaran 2019. Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengungkapkan bahwa   tidak ada yang lebih memahami situasi lahan sawah lebih baik dari pada Kementan.

Baca Lainnya : Rapor Kementan Selama 4 Tahun, Inflasi Pangan Turun 9 Persen

"Kementan yang lebih tahu. Masa kita meragukan data pertanian Kementan. Yang kami takut nanti, kalau pakai data Kementerian ATR, pegawai Kementan sampai tingkat kabupaten tidak mau merealisasikan karena anggaran yang dipakai itu dianggap menyalahi," ujar Edhy dalam rapat yang digelar di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (21/1).

Edhy menjelaskan, jika kementan menggunakan data Kementerian ATR terus mau di-adjust lagi, nanti lama lagi. Karena itu, kalaupun ternyata nanti data milik Kementan terbukti benar-benar keliru, menurut Edhy, penindakan bisa dilakukan kemudian. 

Mengenai perbedaan data BPS pendekatan lama (eye estimate) dengan pendekatan baru (Kerangka Sampel Area/ KSA) yang sempat menjadi polemik, Edy menegaskan agar Kementan jangan ragu menyampaikan hitungan dari kementrian teknis terkait kondisi dan data produksi pangan nasional.

"Saya ingin menyampaikan pada Kementan bahwasanya kalau datanya benar sampaikan saja," katanya.

Sementara itu pujian terkait Kinerja Kementan juga datang dari para legislaor di Komis IV. Mereka sangat mengapresiasi Kinerja dan capaian dari Kementan selama 4 tahun terakhir.

Baca Lainnya : Langkah Nyata Kementan Berhasil Tekan Inflasi di Sektor Pertanian

Endang Srikati Handayani, Anggoat Partai Golkar dari Dapil Jawa Tengah dan H Cuncun Ahmas Samsurijal, Legislator PKB dari Dapil Jawa Barat juga memuji Kementan yang giat dalam mendorong ekspor dan sukses meningkatkan kesejahteraan petani. 

Sementara itu Fadholi dari Fraksi Demokrat menyampaikan ucapan terimakasih dari para petani di daerah konstituentnya yang telah banyak menerima bantuan dari pemerintah, khususnya kementerian pertanian dalam empat tahun terakhir.

Fadholi menyampaikan bantuan bibit kopi, alat dan mesin pertanian serta sarana produksi lainnya sudah diterima oleh masyarakat dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan usahatani mereka. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Gubernur Bengkulu Ajak Seluruh Pihak Perkuat Kostratani

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:49 WIB
Bagikan:          

Walikota Bogor Resmi Luncurkan Program Bogor Berkebun

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:11 WIB
Bagikan: