Usai Bencana, Aktivitas Pertanian di Kabupaten Sigi, Sulteng Mulai Normal

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
21 Jan 2019   14:00

Komentar
Usai Bencana, Aktivitas Pertanian di Kabupaten Sigi, Sulteng Mulai Normal

Lahan pertanian di sigi sebelum dilanda bencana (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki bulan keempat usai gempa bumi, tsunami dan fenomena likuifaksi yang melanda Kabupaten Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah 28 September 2018, saat ini sejumlah petani yang berada di Kabupaten Sigi mulai kembali menggarap lahan pertanian.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Mulyadi. Dirinya mengatakan, sebagian petani yang terdampak bencana alam, sudah kembali mengolah lahan pertanian untuk menopang kehidupan keluarga.

Meski baru sejumlah petani yang mulai kembali mengolah lahan pertanian tapi dirinya menilai sudah banyak petani yang menanam berbagai komoditi pertanian dan hortikultura.

Baca Lainnya: Pascagempa Donggala, Terjadi 152 Gempa Susulan

“Petani di sejumlah desa di Kecamatan Sigi terlihat kembali membajak lahan pertanian. Tetapi bukan untuk ditanami padi, sebab jaringan irigasi yang rusak diterjang gempa bumi hingga kini belum juga diperbaiki pemerintah,” ucapnya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (21/1).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk tanaman padi memang belum dimulai, hal ini terjadi karena belum ada air, jadi sebagai gantinya para petani menanam berbagai komoditi lain seperti jagung, kedelai, ubi-ubian, sayur-mayur, tomat, cabai, terong, kacang panjang hingga bawang merah.

Sebelum terjadi bencana, dikatakan Mulyadi, Kabupaten Sigi menjadi daerah sentra produksi komoditi hortikultura.

“Sebagian hasil panen petani biasanya dipasarkan keluar daerah seperti Kalimantan Timur, Jawa, Gorontalo dan Manado, tambahnya.

Baca Lainnya: Ini 7 Prioritas Penanggulangan Bencana Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Namun selama kurun tiga bulan pascabencana, banyak lahan yang terlantar.

"Baru sekarang ini petani mulai lagi menggarap lahan mereka," ujar Mulyadi.

Subhan, seorang petani di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi mengatakan, saat ini para petani mulai menanam sayur.

"Kalau untuk menanam padi belum, sebab jaringan irigasi rusak total diterjang gempa bumi dan belum diperbaiki pemerintah," tandasnya.

Karena itu, petani memilih menanam beberapa komoditi jangka pendek yang tidak memerlukan banyak air.

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: