Dinkes DKI Minta Warga Antisipasi KLB DBD

TrubusNews
Binsar Marulitua
21 Jan 2019   10:00 WIB

Komentar
Dinkes DKI Minta Warga Antisipasi KLB DBD

Nyamuk, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya guna mengantisipasi munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di wilayah Jakarta. 
     
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan berbagai tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di wilayah Jakarta secara keberlanjutan.

 "Masyarakat diimbau terlibat dalam mewaspadai dan mengantisipasi penyakit DBD di Jakarta," kata Widyastuti di Jakarta, Minggu (20/1)
     
DBD merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia, serta ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti atau Albopictus betina yang terinfeksi. 

Baca Lainnya: 180 Titik Berpotensi Banjir Saat Musim Hujan di Jakarta
     
Gejala DBD biasanya diawali dengan demam, nyeri otot dan sendi, terdapat bintik/ruam merah di kulit disertai mual dan nyeri ulu hati pada kasus yang parah dapat terjadi pendarahan dan syok yang membahayakan nyawa. 

"Kami harap warga juga ikut berpartisipasi aktif melakukan PSN agar lingkungan bebas dari jentik nyamuk," kata Widyastuti. 

Baca Lainnya: Ahli Tata Kota Ungkap 5 Cara Antisipasi Banjir Jakarta

Guna mencegah wabah DBD, warga diminta menguras tampungan air dan memelihara tanaman yang efektif mengusir nyamuk, serta membuat lavitrap atau perangkap untuk mencegah nyamuk berkembang biak, katanya.
     
Menurutnya, peningkatan curah hujan dan perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap perkembangan nyamuk yang dapat menularkan virus dengue dan menyebabkan penyakit DBD. 
     
Widyastuti juga menyerukan warga agar segera memeriksakan diri ke puskesmas maupun rumah sakit jika mengalami demam tinggi lima hingga tujuh hari. "Kami sudah imbau rumah sakit dan puskesmas untuk menyiapkan SDM dan sarana penunjang," katanya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan: