Curah Hujan Tinggi, Jakarta Terancam Bencana DBD

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Jan 2019   08:54 WIB

Komentar
Curah Hujan Tinggi, Jakarta Terancam Bencana DBD

Nyamuk, ilustrasi (Foto : Pixabay.com)

Trubus.id -- Curah hujan tinggi yang saat ini terjadi di ibukota mengakibatkan perkembangan nyamuk yang bisa menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk itu, pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta seluruh warga untuk mewaspadai penyakit berbahaya itu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengungkapkan, saat ini wilayah DKI Jakarta tengah memasuki fase waspada DBD selama bulan Januari-Maret 2019.

Hal ini didapat dari prediksi angka insidensi kasus DBD yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan Widyastuti, tiga wilayah tersebut meliputi, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, masuk dalam kategori waspada untuk bulan Januari.

Baca Lainnya: DBD Tak Hanya Menyerang Saat Musim Hujan, Tapi Juga di Musim Kemarau

Sedangkan pada Februari dan Maret, seluruh wilayah Jakarta masuk ke dalam kategori waspada.

Prediksi ini dikeluarkan sebagai bentuk early warning system atau peringatan dini kepada masyarakat untuk menghadapi penyakit DBD.

"Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kita melakukan langkah-langkah intervensi," ujar Widyastuti kepada wartwan, Minggu (20/1).

Lebih jauh Widyastuti menjelaskan, selain dipengaruhi oleh tingginya curah hujan, juga akibat perubahan iklim. Tercatat sebanyak 11 kasus DBD ditemukan pada awal 2019 ini.

"DBD diprediksi akan meningkat beberapa hari atau minggu setelah musim hujan pada awal tahun 2019 ini," ujar Widyastuti menambahkan.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, sebanyak 2.947 kasus DBD dengan dua di antaranya menyebabkan kematian terjadi sepanjang 2018. Dari angka tersebut, kasus paling banyak ditemukan di wilayah Kepulauan Seribu.

Saat ini, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan untuk seluruh jajaran dinas kesehatan di wilayah Jakarta. Surat edaran tersebut mencantumkan sosialisasi untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), larvasidasi (pemberantasan jentik nyamuk), pelaksanaan fogging, dan sebagainya.

Baca Lainnya: Waspada, Nyamuk DBD Mudah Menyerang

"Dengan harapan untuk menekan dan mengendalikan kasus DBD," ucap Widyastuti.

Selain itu, Dinkes juga telah berkoordinasi dengan wali kota, camat, lurah, serta kader jumantik (juru pemantau jentik) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Di luar tindakan-tindakan itu, Widyastuti juga berharap masyarakat bisa turut berpartisipasi menekan angka kasus DBD di Jakarta. Dia mengimbau warga untuk sesegera memeriksakan diri ke layanan kesehatan jika mengalami demam tinggi lima hingga tujuh hari.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: