CPO Tumpahan dari Kapal Karam di Perairan Buton, Mulai Ganggu Kesehatan Warga

TrubusNews
Syahroni
20 Jan 2019   20:00 WIB

Komentar
CPO Tumpahan dari Kapal Karam di Perairan Buton, Mulai Ganggu Kesehatan Warga

Kapal pembawa minyak sawit mentah, karam. CPO pun mencemari laut sekitar. (Foto : Komarudin/ Mongabay)

Trubus.id -- Warga dan nelayan yang berada di pesisir perairan Buton Selatan, Sulawesi Utara mulai resah. Warga mengaku banyak yang mengalami berbagai macam keluhan kesehatan, sementara para nelayan mulai kesulitan mencari ikan. 

Menurut informasi, ada warga dari tiga desa di Kabupaten Buton Selatan mulai mengeluh sakit kepala, mual, dan muntah akibat menghirup udara yang terkontaminasi bau menyengat yang belakangan diketahui berasal dari  tumpahan minyak sawit mentah (CPO) di perairan Buton Selatan. Tiga desa tersebut, yakni Majapahit, Lampanairi, dan Bola.

"Kini masyarakat sudah terganggu kesehatannya. Apalagi tumpahan minyak kelapa sawit ini menimbulkan aroma tak sedap sehingga masyarakat yang menghirup menyebabkan sakit kepala," ungkap Rizal, salah seorang warga Desa Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Baca Lainnya : Kapal Karam di Perairan Alor Rusak Biota Laut di Area SAP Selat Pantar

Rizal mengatakan tumpahan minyak itu juga menimbulkan pencemaran lingkungan dan merusak biota laut sehingga para nelayan tidak dapat lagi dengan lancar mencari ikan.

"Mereka (nelayan, red.) mau pasang bubu saja sudah tidak bisa karena tercemar, apalagi mau pasang jaring. Dan hari ini banyak biota laut dan ikan-ikan kecil yang mati sehingga dikhawatirkan akan terjadi ketidakseimbangan rantai makanan," katanya.

Limbah yang mencemari perairan itu sendiri diketahui berasal dari kapal tongkang bermuatan sekitar 3,7 ton CPO dari Poso, Sulteng menuju Tarjun, Kalimantan Selatan yang karam di perairan tersebut, Desember 2018 silam karena cuaca buruk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buton Selatan, La Pute mengakui telah menerima sejumlah keluhan dan aduan dari masyarakat. Namun ia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil analisa di lapangan terkait kondisi terkini.

Baca Lainnya : Kapal Pengangkut Minyak Sawit Hilang di Laut, Keberadaan Masih Misterius

"Pemda Buton Selatan masih menunggu semua hasil dari analisa lapangan yang dilakukan oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi dan UPTD Laboratorum Propinsi Sultra terhadap potensi kerusakan lingkungan," katanya seperti dikutip dari Antara, Minggu (20/1).

Sementara itu, DPRD Sulawesi Tenggara menyayangkan tumpahnya minyak sawit mentah di perairan laut Kabupaten Buton. Akibat tumpahan itu, sudah mengeluarkan bau tidak sedap selama beberapa hari terakhir.

"Kami ikut prihatin adanya kejadian itu dan seharusnya dari pihak perusahaan kapal yang mengangkut minyak sawit mentah (CPO) harus bertanggung jawab untuk menyingkirkan limbah yang mencemari perairan laut di wilayah itu," kata Yaudu Salam Ajo, Ketua Komisi IV DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: