Merapi Terus Bergejolak, BPBD Jateng Juga Siapkan Skema Amankan Ternak

TrubusNews
Syahroni
20 Jan 2019   09:00 WIB

Komentar
Merapi Terus Bergejolak, BPBD Jateng Juga Siapkan Skema Amankan Ternak

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) dan Jawa Tengah, terus bergejolak. Setiap harinya puluhan kali gunung api aktif 'waspada' itu mengalami guguran yang terdeteksi dari alat pemantau milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta.

Kini 7 bulan lebih sudah semenjak Gunung Merapi memasuki status waspada level 2. Kondisi yang tak berubah berbulan-bulan lamanya itu otomatis membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten/kota bersinggungan mengambil langkah. Salah satunya dengan menyiapkan skema mengamankan ternak warga yang tinggal di sekitar lereng gunung tersebut.

Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, salah satu skema yang bisa dilakukan adalah membeli ternak warga. Hal ini merupakan salah satu langkah antisipatif yang bisa saja diambil, khususnya bagi wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi. Utamanya saat situasi makin genting atau dalam artian status Gunung Merapi sudah meningkat.

Baca Lainnya : Terdampak Tsunami, Bagaimana Nasib Sawah dan Ternak di Banten yang Tidak Diasuransi?

"Mudah-mudahan kebijakan pemerintah muncul di level Awas atau apa, ternak mereka dibeli dulu. Supaya masyarakat nyaman, terlindungi, merasa pemerintah hadir untuk bisa membantu pembelian harta karun mereka (ternak) dengan harga pasar," katanya belum lama ini.

Menurutnya, jika hewan ternak para warga sudah terbeli, proses pengungsian nantinya jika evakuasi dibutuhkan akan lebih mudah. 

“Kalau nggak, saya khawatir mereka (saat sudah diungsikan) tiap hari naik (kembali) melihat ternak mereka. Padahal ini zona merah,” sambungnya.

Sementara itu sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan saat ini sudah ada kandang komunal yang diperuntukkan bagi hewan ternak para pengungsi. Kandang komunal ini dibangun oleh kelompok-kelompok peduli ternak. 

Baca Lainnya : Longsor di Cisolok juga Timbun 25 Lumbung Padi Serta 35 Ternak Domba Warga

“Karena ternak itu dalam konteks orang Jawa adalah kekayaan mereka, kemarin pengalaman ada yang menjadi korban saat menyelamatkan ternaknya,” imbuhnya.

Terkait kandang komunal ini, Sarwa memastikan, bahwa lokasinya berada di tempat yang aman dan cukup luas tentunya. Ia pun menegaskan jika ini memang langkah awal yang kemudian bisa juga digunakan sebagai alternatif manakala tidak ada pengusaha lokal yang mau membeli ternak.

“Kalau tidak ada pengusaha yang membeli, nanti pasti terjadi perdebatan di lapangan saat mengungsi. Tarik ulur, orang dulu atau hewan ternak dulu. Karena masyarakat sana maunya hewan dulu. Dan ini sudah ditunjuk di lapangan mana sudah dibuat (kandang komunal),” tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: