Tahun Ini Program Asuransi Usaha Ternak Sapi Mulai Terapkan Sistem Online

TrubusNews
Syahroni
20 Jan 2019   08:00 WIB

Komentar
Tahun Ini Program Asuransi Usaha Ternak Sapi Mulai Terapkan Sistem Online

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Guna mengurangi kerugian para peternak saat musibah terjadi, Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Tahun 2019 ini, program yang sama kembali digulirkan.

AUTS merupakan program perlindungan ternak sapi yang ditawarkan pemerintah melalui APBN dengan memberi keringanan premi asuransi dari Rp 200 ribu per tahun menjadi Rp 40 ribu per tahun. Premi sebesar Rp 160 ribu dibayarkan oleh pemerintah.

Nilai pertanggungan asuransi ini sebesar Rp 10 juta per ekor. Ada empat resiko yang dijamin yakni sapi mati karena penyakit, mati karena kecelakaan, mati karena beranak, dan hilang karena kecurian.

Baca Lainnya : Terdampak Tsunami, Bagaimana Nasib Sawah dan Ternak di Banten yang Tidak Diasuransi?

Untuk mengajukan klaim terhadap kematian sapi, peternak atau tertanggung wajib menyertakan hasil visum yang lengkap ditandatangani dokter hewan. Jangka waktu pertanggungan asuransi sapi selama 1 (satu) tahun dimulai sejak melakukan pembayaran presmi asuransi yang menjadi kewajiban peternak.

Sebelumnya, secara konvensional, masyarakat yang ingin mendaftar AUTS bisa mendaftar di DPKP Kabupaten/Kota masing-masing untuk di-SK-kan kepala dinas. SK tersebut kemudian diteruskan ke DPKP Provinsi. Kemudian, diteruskan ke Kementerian Pertanian untuk dipastikan pembayaran bantuan premi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Utara, Andi Santiaji mengatakan, Kementan menargetkan secara nasional 120.000 ekor sapi bisa masuk program AUTS tersebut.

Di Kalimantan Utara sendiri target skala lokal belum disebutkan. Andi mengatakan, Kementan RI masih sebatas mengumumkan target secara nasional. Kemungkinan dalam pertemuan selanjutnya target per daerah baru akan disepakati.

Baca Lainnya : Asuransi Sapi, Solusi Kementan Cegah Peternak Merugi

"Nanti kalau ada pertemuan selanjutnya baru ada target per daerahnya," ujar Andi, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, sudah ada beberapa peternak lokal di Kalimantan Utara yang mengajukan pendaftaran AUTS di awal 2019 ini. Namun karena terjadi perubahan mekanisme pendaftaran, sehingga daerah masih menunggu instruksi lanjut dari Kementan RI.

"Tahun ini akan dimulai pendaftaran sistem online. Ini untuk memudahkan masyarakat supaya tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor pertanian. Tetapi ini juga perlu sosialisasi, karena tidak semua petani atau peternak bisa mengakses internet," katanya.

Angka keikutsertaan AUTS di Kalimantan Utara diakui Andi juga tergolong masih rendah. Tahun 2017 sebanyak 33 ekor, dan tahun 2018 sebanyak 82 ekor. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Gubernur Bengkulu Ajak Seluruh Pihak Perkuat Kostratani

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:49 WIB
Bagikan:          

Walikota Bogor Resmi Luncurkan Program Bogor Berkebun

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:11 WIB
Bagikan: