2019, Pemerintah Kembali Sebar 9.550.000 Ton Pupuk Bersubsidi

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
19 Jan 2019   15:00

Komentar
2019, Pemerintah Kembali Sebar 9.550.000 Ton Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pencapaian target swasembada pangan,membutuhkan kesinambungan pengadaan pupuk yang berkualitas. Melengkapi target tersebut,Kementerian Pertanian (Kementan) segera mengucurkan 9.550.000 ton pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019 dengan memprioritaskan sentra-sentra produksi pertanian. 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Dadih Permana mengatakan, guna menjamin ketersediaan pupuk dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah telah mengatur harga pupuk melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 47/Permentan/ SR.310/12/2017 tentang alokasi dan HET tertinggi pupuk bersubsidi tahun ini. Jenis pupuk yang disalurkan berupa Urea, SP36, NPK, ZA dan pupuk organik.

"Pengawasan pupuk dan pestisida juga dilakukan agar petani yang berhak menerimanya secara langsung," ujar Dadih Permana.

Baca Lainnya : Rapor Kementan Selama 4 Tahun, Inflasi Pangan Turun 9 Persen

Ia menambahkan akan menyelesaikan segala persoalan pupuk, terutama terkait distribusi dalam jangka waktu 2 x 24 jam. Pemerintah juga akan melakukan realokasi pupuk dari daerah yang berlebihan ke daerah yang kekurangan.

Terlebih, penyaluran pupuk bersubsidi sudah mengarah pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Realokasi antar wilayah dan waktu adalah kewenangan di daerah. "Kebijakan relokasi pupuk adalah upaya pemerintah agar lebih cepat mengatasi kekurangan pupuk di daerah," ujarnya.

Dadih mengatakan, untuk menghindari terjadinya konflik di lapangan akibat ketersediaan alokasi pupuk bersubsidi yang lebih rendah dari kebutuhan yang diusulkan daerah, maka alokasi pupuk bersubsidi ditetapkan melalui keputusan kepala dinas daerah kabupaten/kota. Penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani/kelompok tani dilakukan secara proporsional antara RDKK dan alokasi yang tersedia.

Baca Lainnya : Kementan Beri Bantuan 50 Pompa Air untuk Petani Probolinggo

Dadih meminta kepada agen pupuk bersubsidi agar penyaluran dilakukan sesuai dengan RDKK yang sudah disusun. RDKK ini yang menyusun adalah kelompok. Karena mereka yang mengetahui kebutuhan pupuk per tahunnya. Sebelum mendapatkan pupuk bersubsidi, agen penyalur harus menyiapkan RDKK yang sudah disusun tersebut. Setelah diproses maka baru pupuk bersubsidi bisa disalurkan kepada agen. 

Pada 2015, pemerintah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 88.893.095,37 ton, kemudian tahun 2016 tersalur 9.197.764,55 ton, tahun 2017 tersalur 9.270.008,35 ton, dan tahun 2018 terserap sebanyak 9.196.901 ton atau 96%. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: