143.000 Hektare Lahan Gambut Rusak di Areal Konsesi Riau Segera Direstorasi

TrubusNews
Syahroni
18 Jan 2019   22:31 WIB

Komentar
143.000 Hektare Lahan Gambut Rusak di Areal Konsesi Riau Segera Direstorasi

Pers Briefing dengan tema Aksi Cepat Restorasi Gambut untuk Cegah Karhutla Riau, Jumat (18/1). (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Badan Restorasi Gambut (BRG) menyebut, 814.714 hektare gambut rusak di Riau dan menjadi target restorasi yang dimulai sejak tahun 2016. Dari jumlah itu, seluas 37.567 hektar berada di kawasan konservasi, 69.779 hektare kawasan hutan dan 707.368 hektare berada di konsesi.

Khusus untuk konsesi, restorasi baru akan dimulai awal tahun ini. 143.000 hektare lahan gambut menjadi target sebagaimana yang disampaikan oleh Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr Myrna Safitri di Pekanbaru, Riau, Jumat (18/1).

Dia menyatakan, restorasi lahan gambut konsesi memang tanggung jawab pemegang izin. Dalam hal ini, BRG berperan memberikan supervisi atau asistensi teknis agar perusahaan dapat menjalankan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dengan benar.

Baca Lainnya : Pelaku Usaha Perkebunan Diminta Jalankan Kewajiban Pemulihan Gambut

"Hal itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2016 mengenai perlindungan gambut, kegiatan restorasi di lahan perusahaan diawali dengan rencana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," kata Myrna.

KLHK selanjutnya memerintahkan kepada perusahaan yang lahan konsesinya dinilai rusak sehingga harus diperbaiki untuk menghindari kebakaran lahan atau pelepasan karbon yang besar.

"Kami setelah fase ketiga. Masuk untuk memberikan supervisi hingga tuntas," tuturnya.

Baca Lainnya : Miris, Sebagian Besar Karhutla di Indonesia Terjadi di Kawasan Moratorium Gambut

Sejauh ini, dia mengatakan baru Provinsi Kalimatan Barat dan Jambi konsesi perusahaan yang diperbaiki. Sementara Riau baru akan melakukan restorasi di konsesi Januari 2019 ini. 

"Lalu timbul pertanyaan, kenapa tidak 2018? Karena tim pengarah teknis BRG, Gubernur dan Kementerian Lembaga mengacu pada pedoman tim KLHK. Sekarang pedoman disiapkan," jelasnya. 

Perusahaan apa saja yang akan segera direstorasi, Myrna mengatakan ada dua tapi tidak menyebutkan namanya. Sejak kegiatan restorasi dimulai pada 2016 hingga 2018 lalu, BRG mengklaim telah memulihkan 78.649 hektare gambut di luar areal konsesi perusahaan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: