23 Kabupaten di Sumut Berpotensi Tingkatkan Produksitivitas Padi Gogo

TrubusNews
Syahroni
18 Jan 2019   22:00 WIB

Komentar
23 Kabupaten di Sumut Berpotensi Tingkatkan Produksitivitas Padi Gogo

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Sumatera merupakan salah satu provinsi yang memiliki luas pertanaman padi sawah cukup luas, khususnya untuk padi gogo. Luas tanam padi gogo periode Januari - November 2018 saja saat ini sudah mencapai 300.738 hektare.

Kepala Sub Bagian Program Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Fahri mengatakan, padi gogo adalah tanaman pertanian di lahan kering pada daerah yang bercurah hujan rendah, atau pada bagian teratas dari suatu daerah berlereng yang tidak atau kurang mampu menampung air relatif lama dengan siklus hidup sekitar empat bulan.

"Dari luas tanam tersebut, pemerintah maupun dinas mendukung pertanaman dengan memberikan bantuan kegiatan padi gogo berupa benih dan sarana produksi atau saprodi sekitar 111.713,58 hektare pada tahun 2018," kata Fahri, Jumat (18/1). 

Baca Lainnya : Jaga Kelestarian Lingkungan Untuk 4 Juta KK di Sumut yang Hidup pada Perkebunan

Dijelaskan Fahri, jika dilihat dari produktifitas padi gogo di Sumut tahun 2017, sekitar 37,68 kuintal atau hektare. Pihaknya mencatat untuk Angka Ramalan (ARAM) I 2018 produksi padi gogo sebesar 575.407 ton. Ia mengatakan, jumlah ini tidak dipublish BPS. 

"Pertanaman padi gogo di Sumatera Utara terdapat di 23 kabupaten," ujarnya.

Dari 23 kabupaten, pertanaman padi gogo yang paling luas berada di Kabupaten Mandailing Natal, yaitu seluas 24. 025 hektare, Simalungun seluas 10.936 hektare dan Padang Lawas seluas 10.703 hektare. 

"Sedangkan yang paling kecil ada di Tanjung Balai, yaitu seluas 30 hektare," sebutnya.

Baca Lainnya : Panen Raya di Madina, Gubsu Ajak Petani Wujudkan Sumut Agraris

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, M. Juwaini berharap, dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui kegiatan padi gogo, bisa memacu petani dan produksinya bisa lebih meningkat. 

"Kita berharap agar pertanamannya berhasil, dan produksinya bisa meningkat lagi," ungkapnya.

Mengenai angka produksi hingga Januari 2019, Juwaini mengaku pihaknya belum menerima laporan dari kabupaten. Namun Juwaini yakin, sebagian kabupaten sudah memasuki musim panen. 

"Saat ini kita tunggu, nanti akan ada laporan yang masuk mengenai berapa hasil panennya. Sekarang ini kita belum pegang data. Saya kira terus berproses," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: