Hendak Jual Landak Dilindungi, 2 Petani Ditangkap

TrubusNews
Thomas Aquinus
19 Jan 2019   22:00 WIB

Komentar
Hendak Jual Landak Dilindungi, 2 Petani Ditangkap

Landak termasuk hewan dilindungi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dua petani warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Wakijan (70) dan Sahir (60) terpaksa harus berurusan dengan aparat Polres Malang Mereka berdua kedapatan menjual landak Jawa yang merupakan satwa dilindungi.

Kanit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satrskrim Polres Malang Ipda Afrizal Akbar Haris menyampaikan, kedua tersangka kedapatan menjual landak Jawa secara ilegal alias tidak mengantongi izin. Penangkapan terhadap kedua pelaku berawal dari informasi yang didapat petugas dari masyarakat sekitar.

Saat dilakukan penyelidikan, polisi mendapati kedua pelaku menangkap sekaligus memelihara dan menjual landak Jawa. Berkat bukti tersebut, beberapa personel langsung dikerahkan untuk meringkus kedua pelaku.

Baca Lainnya : BKSDA Jabar Wilayah I Serang Amankan 8 Ekor Landak dari Tangan Warga

Saat diamankan, polisi juga mendapatkan barang bukti berupa 13 ekor landak dari yang awalanya 14 ekor landak. Namun satu ekor mati landak karena sakit dan kurang perawatan.

"Saat ini sudah disita polisi. Kami masih berkoordinasi dengan dokter hewan untuk memastikan kondisi kesehatan landak. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Malang," ujar Rizal, Jumat (18/1).

Rencananya, setelah dilakukan perawatan belasan landak Jawa akan dilepas ke habitat aslinya. Berdasarkan keterangan dari tersangka, kedua pelaku mengaku tidak mengetahui jika landak yang mereka tangkap merupakan satwa dilindungi.

Baca Lainnya : Serangan Landak Rusak Lahan Pertanian Warga Gunung Kidul

"Mereka (pelaku) menangkap hewan tersebut dengan dalih merupakan hewan hama. Landak sering memakan hasil tani di lahan perkebunan milik mereka," katanya.

Landak yang ditangkap dikabarkan dijual dengan harga berkisar Rp300 ribu hingga 500 ribu per ekor. Menurutnya harga disesuaikan dengan ukuran. Adapun transaksi antara pembeli dan penjual dilakukan di rumah pelaku.

Kebanyakan pembelinya berasal dari wilayah Malang. "Dari pendalaman kami, bisnis semacam ini sudah dijalani pelaku selama satu tahun," pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan: