Sebanyak 2.645 Korban Tsunami Selat Sunda di Pandeglang Masih di Pengungsian

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
17 Jan 2019   11:30

Komentar
Sebanyak 2.645 Korban Tsunami Selat Sunda di Pandeglang Masih di Pengungsian

Pengungsi korban tsunami Selat Sunda (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tsunami Selat Sunda akibat erupsi dan longsoran Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018 lalu membuat ribuan rumah warga rusak. Banyak rumah warga yang berada di pesisir bahkan rata dengan tanah usai diterjang tsunami dahsyat.

Berdasarkan hasil validasi di lapangan mencatat, sebanyak 1.033 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan tsunami beberapa waktu lalu. Rinciannya 209 rusak ringan, 115 rusak sedang, rusak berat 162 dan rusak total 547 rumah.

Sampai saat ini ribuan warga masih berada di pengungsian. Di Pandeglang, Banten, sebanyak 2.645 korban tsunami masih mengugsi di berbagai tempat.

Baca Lainnya : Baru Saja Balik dari Pengungsian Warga Kampung Teluk Mengungsi Lagi Akibat Banjir

Melihat kondisi ini, Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan bahwa pemerintah akan membangun 1.033 rumah yang rusak itu. Bahkan, termasuk juga dengan memperbaiki sarana prasarana dan fasilitas sosial yang ikut terdampak akibat musibah tersebut.

"Kita akan selalu bersama, dan kami ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara saudara sekalian," tegas Wahidin di Pandeglang, Banten, baru-baru ini.

Lebih lanjut Wahidin menjelaskan, selain membangun rumah, pemerintah juga akan memberi bantuan untuk perbaikan kantor desa yang rusak, masing-masing sebesar Rp50 juta. Di antaranya Desa Panimbang Jaya, Desa Mekarjaya, Desa Gombong, Desa Mekarsari, Desa Citeureup, Desa Tanjungjaya. Seluruhnya berada di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Baca Lainnya : Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Pesisir Pandeglang Akan Direlokasi

"Jangan ada yang terlewat, supaya bisa dirinci dan selesai semua," ucapnya.

Diakuinya hal ini dilakukan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera menginventarisir kerugian yang diderita masyarakat.

“Sehingga kalkulasi jumlah bantuan yang dibutuhkan akan semakin rinci. Baik bagi rumah yang rusak ringan, sedang, berat, maupun rumah rusak total,” tambahnya.

"Pembangunannya akan menggunakan APBD Pemprov, serta dana rekonstruksi dari Kementerian PUPR. Kalau untuk hunian sementara (Huntara) yang tersebar di berbagai wilayah, sudah dan sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sendiri telah menutup fase tanggap bencana pada 9 Januari 2019. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: