Andi Amran Sulaiman: Beras Jadi Polemik karena Banyak Mafia Pangan di Indonesia

TrubusNews
Diah Fauziah
16 Jan 2019   18:30 WIB

Komentar
Andi Amran Sulaiman: Beras Jadi Polemik karena Banyak Mafia Pangan di Indonesia

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, saat melakukan kunjungan kerja ke Probolinggo, Rabu (16/1). (Foto : Trubus.id/ Diah Fauziah)

Trubus.id -- Tidak dipungkiri jika beras menjadi salah satu pangan yang kerap diperhatikan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Hal yang wajar karena mayoritas, masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi setiap harinya. Itu kenapa, ada banyak polemik terkait beras.

"Terlalu banyak mafia. Kemarin, ada yang bilang kalau pemerintah membiarkan mafia pangan berkeliran, tidak diberantas. Mana buktinya? Yang jelas, di pemerintahan Jokowi dan JK, ada banyak mafia pangan yang kita selesaikan. Coba bayangkan, ada 400an mafia pangan yang sudah ditangani kepolisian dari 782 perusahaan. Boleh dicek. Kami sudah black list 15 perusahaan dan sebentar lagi ada 21 perusahaan yang diblack list," kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, ketika ditemui di sela-sela kunjungan kerja di Probolinggo, Rabu (16/1).

Baca Lainnya : Mentan Bilang, Stok Beras di Indonesia Bisa untuk 8 Bulan

Amran mengaku jika dirinya tidak akan membiarkan para mafia berkeliaran.

"Tidak ada kompromi bagi para mafia beras. Sebab ini perintah Presiden Jokowi langsung. Ada banyak sekali mafia beras yang berkeliaran di Indonesia, misalnya saja mafia impor, mafia beras palsu, mafia pupuk dan lain-lain. Coba bayangkan, para petani kita diberi pupuk palsu untuk tanaman padi yang ditanamnya. Bukannya menghasilkan, yang ada malah rugi," kata Amran, yang raut mukanya terlihat marah.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tung Dasem Bagikan 4 Resep Atasi dan Pulih dari Virus Corona

Peristiwa   01 Juni 2020 - 16:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: