Aktivis Lingkungan dan Perlindungan Satwa Ajak Masyarakat Tolak Sirkus Hewan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
16 Jan 2019   22:00

Komentar
Aktivis Lingkungan dan Perlindungan Satwa Ajak Masyarakat Tolak Sirkus Hewan

Ilustrasi penolakan terhadap sirkus lumba-lumba (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Aktivis lingkungan dan perlindungan satwa mengajak masyarakat untuk tidak menonton sirkus hewan. Sejumlah aktivis lingkungan dan perlindungan satwa mendatangi sekolah-sekolah di Riau untuk melakukan kampanye tersebut. Pasalnya saat ini, sirkus lumba-lumba tengah berlangsung di Pekanbaru, Riau.

Salah satu juru bicara aktivis lingungan dan perlindungan satwa, Cinta Satwa Riau, Violetta Hasan Noor mengatakan aksi tersebut merupakan rentetan aksi aktivis Riau sebagai protes terhadap kegiatan sirkus lumba-lumba keliling Wersut Seguni Indonesia (WSI). Acara tersebut berlangsung di Pekanbaru mulai tanggal 12 Januari sampai 17 Februari 2019.

Sejumlah aktivis lingkungan dan perlindungan satwa ini telah dua kali menggelar aksi damai di dekat lokasi sirkus di Kompleks Purna MTQ, Pekanbaru.

Baca Lainnya : India Segera Larang Semua Hewan Tampil di Sirkus Pertunjukan

Kampanye tersebut akan dilakukan dengan gencar, mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, turun ke jalan hingga di sosial media.

Sebelumnya, pada Selasa (15/1) aksi menolak sirkus lumba-lumba terlihat mulai ramai karena mahasiswa dari BEM Universitas Riau ikut meramaikannya.

Violetta Hasan Noor mengatakan, mereka akan terus bersuara untuk mengedukasi masyarakat tentang sirkus lumba-lumba yang merupakan bentuk eksploitasi satwa.

"Kami akan terus berjuang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan mengajaknya untuk tidak menonton sirkus lumba-lumba," ujarnya.

Baca Lainnya : Ikuti Jejak New York, Kota Paris Larang Penggunaan Hewan Liar di Sirkus

Dikatakan Violetta, kampanye dengan turun langsung ke sekolah-sekolah menjadi cara efektif ketimbang meminta pemerintah untuk mencabut izin sirkus keliling. Terlebih penyelenggara sirkus sampai memberikan penawaran diskon untuk sekolah-sekolah sebesar 50 persen dari tarif masuk kategori umum.

Sebagaimana diketahui, sirkus hewan ini merupakan salah satu bentuk penyiksaan terhadap lumba-lumba sebagai hewan yang seharusnya hidup dilautan. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: