Status Waspada, Pendakian Gunung Merapi Ditutup Sementara

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Jan 2019   13:30 WIB

Komentar
Status Waspada, Pendakian Gunung Merapi Ditutup Sementara

Puncak Gunung Merapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) status Gunung Merapi kini berada di level 2 (waspada). BPPTKG juga melaporkan bahwa aktivitas pendakian Gunung Merapi di tutup sementara waktu.

BPPTKG hanya merekomendasikan pendakian untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Selain itu, BPPTKG juga meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

“Kami mengimbau, radius tiga kilometer dari puncak untuk dikosongkan dari aktivitas penduduk,” demikian imbauan BPPTKG, Rabu (16/1).

Baca Lainnya : Selasa Pagi Merapi Luncurkan Dua Kali Guguran Larva Pijar

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

Berdasarkan pemantauan pada Rabu pagi, BPPTKG menyatakan, cuaca berkabut menyelimuti Gunung Merapi yang hingga saat ini masih berstatus waspada. Cuaca juga mendung dan gerimis.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan yang dilakukan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman, selain berkabut, suhu udara di gunung teraktif di Indonesia itu tercatat 20,8 derajat Celsius, kelembapan udara 87 persen RH, tekanan udara 916 HpA, dengan kecepatan angin mencapai 5 KM per jam.

Curah hujan di Gunung Merapi mulai pukul 00.00-00.15 WIB tercatat mencapai 1,5 milimeter (MM) kemudian pada pukul 04.00-04.17 mencapai 4,5 MM, dan 05.30-5.50 mencapai 2 MM.

Baca Lainnya : Merapi Berstatus Waspada, Jalur Evakuasi di Klaten dan Magelang Rusak Parah

Berdasarkan pengamatan BPPTKG Pada Selasa (15/1) malam mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Merapi terpantau kembali meluncurkan guguran lava dua kali ke arah Tenggara Kali Gendol. Gempa guguran tercatat sebanyak 15 kali dengan amplitudo 2-63 MM yang berlangsung 13,6 hingga 85,4 detik.

Analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava mencapai 439.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.400 meter kubik per hari atau lebih kecil dari pekan sebelumnya.

Diinformasikan BPPTKG, saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

Sebelumnya BPPTKG mencatat dua kali guguran lava pijar Gunung Merapi yang meluncur ke hulu Kali Gendol, Selasa (15/1). Lava pijar gugur dengan jarak luncur 300-500 meter ke hulu Kali Gendol. [NN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: