Cuaca Tak Mendukung, Inilah Solusi Petani pada Musim Tanam 2019

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Jan 2019   10:30 WIB

Komentar
Cuaca Tak Mendukung, Inilah Solusi Petani pada Musim Tanam 2019

Petani Cabe (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kondisi cuaca yang belum mendukung pada tahun 2019 ini membuat petani harus putar otak memikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura.

Hal ini karena, kondisi cuaca yang berpengaruh pada produksi petani sayuran Indonesia, termasuk curah hujan di atas normal yang masih terjadi sampai dengan awal 2019. Sedangkan sepanjang 2019, diperkirakan bakal mengalami kemarau panjang.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, di Jakarta, Rabu (16/1), bahwa benih unggul yang berkualitas baik akan memiliki daya tahan terhadap penyakit yang lebih tinggi dan tetap dapat berproduksi maksimal dengan kondisi ketersediaan air yang terbatas.

Beberapa varietas yang tahan terhadap kekeringan antara lain cabai keriting Laba F1 dan cabai besar Gada MK yang diproduksi oleh PT East West Seed Indonesia (Ewindo).

Dengan kondisi cuaca yang tidak menguntungkan tersebut, Winarno memperkirakan, produksi petani sayur masih sama dengan capaian 2018. Terlebih, harga sayuran juga belum kunjung membaik.

"Kondisi ini membuat beberapa petani mengurangi areal tanamnya, meskipun beberapa daerah juga ada yang melakukan perluasan. Ini yang membuat produksi di tahun 2019, tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/1).

Lebih lanjut pihaknya mengungkapkan, kondisi ini tidak akan berubah sepanjang kerugian yang dialami petani akibat rendahnya harga pokok produksi (HPP) tidak mengalami perbaikan di 2019.

Dia menambahkan, komoditi sayuran yang masih menjadi unggulan adalah cabai, bawang merah, kentang, tomat, dan sayuran buah lainnya.

"Untuk jenis sayuran daun seperti kangkung, bayam, serta beberapa lainnya hanya dikonsumsi masyarakat pedesaan dan orang-orang tua," ujar Winarno.

Untuk itu, Winarno berharap, perlunya perhatian semua pihak agar mengedukasi remaja dan ibu ibu rumah tangga untuk lebih banyak mengkonsumsi dan mengolah sayuran.

Dikatakan Winarno, Bada BPS menunjukkan sekalipun produksi petani sayur mengalami kenaikan di tahun lalu, namun konsumsi sayuran dalam lima tahun terakhir, justru mengalami penurunan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: