Kurangi Sampah Plastik, Wapres JK Ajak Gunakan Botol Isi Ulang

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Jan 2019   17:00 WIB

Komentar
Kurangi Sampah Plastik, Wapres JK Ajak Gunakan Botol Isi Ulang

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengajak dan mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan botol minum isi ulang guna mengurangi sampah plastik yang mulai menjadi ancaman serius bangsa Indosia. Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia menempati posisi kedua negara penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia setelah China.

"Jadi kalau minum Aqua lebih baik bawa sendiri botol plastik yang tebal sehingga dapat dipakai berkali-kali," kata JK di Jakarta, Selasa (15/1).

Diakui JK, penggunaan botol minum yang berulang kali dapat mengurangi efek kerusakan lingkungan karena plastik. Sejumlah negara di dunia saat ini mulai gencar membatasi penggunaan plastik. 

Baca Lainnya : PBB Berharap Peran Maksimal Indonesia Atasi Sampah Plastik di Laut

Untuk itu dikatakan JK, diperlukan suatu ketentuan hukum untuk mengatur penggunaan plastik di Indonesia. Pihaknya menilai cara ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai berhenti menggunakan plastik sekali pakai serta bahaya sampah plastik bagi lingkungan.

Ia mencontohkan, Singapura sudah sejak lama menerapkan aturan kebersihan sehingga negara tersebut lebih bersih dan jauh dari tumpukan sampah.

Berdasarkan data Jambeck tahun 2015, Indonesia berada di peringkat dua penghasil sampah plastik laut yang mencapai 187,2 juta ton setelah China dengan angka 262,9 juta ton. 

Baca Lainnya : Terkait Pergub Larangan Plastik, Anies Baswedan: Tak Mau Terburu-buru

Sementara itu, di urutan ketiga ada Filipina yang menghasilkan sampah plastik ke laut mencapai 83,4 juta ton, diikuti Vietnam 55,9 juta ton, dan Sri Lanka dengan 14,6 juta ton per tahun. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebelumnya telah memprediksi total jumlah sampah Indonesia pada 2019 akan mencapai 68 juta ton dan sampah plastik mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: