Sirkulasi Eddy Bisa Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti
14 Jan 2019   14:31 WIB

Komentar
Sirkulasi Eddy Bisa Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Perairan Indonesia

Laut, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Indonesia akibat Sirkulasi Eddy yang terdapat di Samudra Hindia atau tepatnya bagian barat Aceh. BMKG memprediksi gelombang tinggi bisa mencapai lebih dari empat meter.

Deputi Bidang Meterologi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo di Jakarta, Senin (14/1) menjelaskan, pola angin di utara Indonesia umumnya bergerak dari arah utara-timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 25 knot.

“Sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-20 knot,” ujarnya di Jakarta, Senin (14/1).

Baca Lainnya: Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jawa

Sirkulasi Eddy adalah sirkulasi di atmosfer berupa pusaran angin dengan durasi harian, dan biasanya jika suatu daerah terdapat Eddy maka cenderung akan turun hujan.

Lebih lanjut diakui Mulyono, kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, dan Perairan utara Halmahera.

“Nah kondisi inilah yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang,” ujarnya lagi.

Menurutnya sampai saat ini, BMKG terus memantau gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter atau ketinggian sedang berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Samudra Hindia barat Sumatra.

Sementara itu, perairan Pulau Sawu hingga Pulau Rotte-Kupang, Laut Sawu, perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, perairan utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Laut jawa bagian tengah dan timur, perairan Kepulauan Kangean, perairan selatan Kalimantan dan Selat Makassar bagian selatan.

Baca Lainnya: Awas, Potensi Gelombang Tinggi 2,5 Meter Terjadi di Kepulauan Seribu

Perairan Kepulauan Selayar hingga Kepulauan Sabalana, Laut Flores, Laut Timor, Perairan Bitung-Manado, Selat Maluku bagian selatan, Perairan utara Kepulauan Sula dan Perairan utara Papua Barat hingga Papua.

Sementara tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter diakui Mupyono, juga berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung-Enggano, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Pulau Jawa hingga Lombok, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT.

Serta di Laut Natuna utara Natuna, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan utara Kepulauan Natuna, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat dan nelayan untuk tidak beraktivitas di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya khususnya yang berpeluang terjadi gelombang tinggi.

“Diimbau masyarakat dan nelayan untuk selalu waspada dalam melakukan aktivitas,” tandasnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: