Produksi Kedelai di Kulonprogo Lampaui Target, Tapi...

TrubusNews
Karmin Winarta
13 Jan 2019   17:30 WIB

Komentar
Produksi Kedelai di Kulonprogo Lampaui Target, Tapi...

Kedelai, ilustrasi (Foto : Pixabay)

Jogja, wilayah ini lebih dikenal sebagai kota wisata karena di tempat ini banyak peninggalan bersejarah. Namun tampaknya Jogja khususnya di Kabupaten Kulon Progo ini mempunyai prestasi menarik di bidang pertanian. Selama 2018 produksi kedelai di Kulonprogo mencapai 3.005,35 ton. Padahal targetnya hanya  2.642,40 ton.

Kenaikan produksi ini mencapai 113,74 persen. Capaian ini cukup mengejutkan karena ketersediaan air yang kurang, dan mundurnya masa tanam.

"Kami sangat bersyukur, produksi kedelai melampaui target," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Minggu (13/1).

Baca Lainnya: Lahan Pertanian di Jogja Menyusut Karena Banyak Dijadikan Indekos?

Padahal  pada 15 April 2018, saluran irigasi Kalibawang mati, sehingga beberapa kecamatan area persawahannya tidak menanam kedelai, seperti Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang.

Namun dia mengatakan, roduksi kedelai lokal tidak mampu mencukupi permintaan pasar, seperti pelaku UMKM tahu dan tempe.Peyebabnya pada musim tanaman ketiga, para petani tak hanya menanam kedelai, tapi juga jagung, semangka, melon, bawang merah, dan cabai.

Perajin tahu di Kecamatan Sentolo Supri mengatakan dirinya tidak memilih kedelai lokal karena kalau dibuat tahu tidak bisa mengembang. Harganya terkadang lebih mahal dibandingkan kedelai impor. Saat ini, harga kedelai impor berkisar antara Rp7.000 hingga Rp7.500 per kg.

"Dari sisi rasa dan kekenyalan, kedelai lokal lebih bagus. Tapi dari segi hasil olahan, kedelai impor lebih menguntungkan," katanya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: