Menelisik Permasalahan Sampah Plastik yang Makin Pelik

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
11 Jan 2019   21:30

Komentar
Menelisik Permasalahan Sampah Plastik yang Makin Pelik

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tak hanya di Indonesia, masalah sampah plastik juga dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia. Penggunaan produk plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius.

Sampah plastik tidak hanya menjadi masalah di perkotaan, namun juga di lautan. Dampak negatif sampah plastik tidak hanya merusak kesehatan manusia, membunuh berbagai hewan, tetapi juga merusak lingkungan secara sistematis. Karena itu, jika tidak dikelola secara serius, pencemaran sampah plastik tentunya akan sangat berbahaya bagi kelanjutan bumi itu sendiri.

Pencemaran Plastik di Dunia

Kota-kota di dunia menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton setiap tahun. Bahkan menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025 mendatang. Selama lebih dari 50 tahun, produksi dan konsumsi plastik global terus meningkat.

Sementara itu di lautan, Sekitar 10 hingga 20 juta ton sampah plastik mencemari setiap tahun. Sebuah studi baru memperkirakan, sekitar 5 triliun partikel plastik dengan berat total 268.940 ton mengambang di lautan saat ini. Sampah plastik menghasilkan kerugian sekitar 13 miliar dolar setiap tahun, mulai dari kerusakan ekosistem laut hingga wisata alam.

Studi yang dilakukan peneliti di Pusat Nasional UC Santa Barbara yang diterbitkan dalam jurnal Science menyebut, 8 juta metrik ton sampah plastik mencemari laut setiap tahun. Pada tahun 2025, input tahunan diperkirakan mencapai 2 kali lipat lebih besar lagi.

Sampah Plastik di Indonesia

Indonesia memiliki sebuah prestasi yang tidak bisa dibanggakan jika dikaitkan dengan sampah plastik. Yah, dalam daftar negara penyumbang sampah plastik di dunia, Indonesia duduk di peringkat ke dua sebagai negara dengan sampah terbanyak yang dibuang ke laut.

Beberapa waktu silam, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Menurut sumber yang sama, lanjut dia, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

Sementara itu, berdasarkan data World Economic Forum 2016, dari seluruh plastik yang dihasilkan tersebut, hanya sekitar 2 persen yang didaur ulang secara efektif, 14 persen didaur ulang, 14 persen dibakar, 4 persen menumpuk di TPA/TPS, dan 32 persen lainnya mengotori lingkungan.

Indonesia saat ini menempati peringkat kedua penyumbang sampah plastik terbesar ke lautan. Apabila tidak segera ditanggulangi, World Economic Forum memprediksi di tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik di laut dibandingkan ikan.

Penanganan Sampah Plastik

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: