Antisipasi Permintaan Tinggi Bulog Sumut Nyetok Daging Kerbau Beku

TrubusNews
Karmin Winarta
11 Jan 2019   17:30 WIB

Komentar
Antisipasi Permintaan Tinggi Bulog Sumut Nyetok Daging Kerbau Beku

Kepala Bulog Sumut, Benhur Ngkaim (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id -- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Utara (Sumut) memastikan stok daging kerbau beku aman hingga beberapa bulan mendatang di tahun 2019.

Kepala Bulog Sumut, Benhur Ngkaimi, mengatakan, saat ini stok daging kerbau beku sekitar 56 ton. Dengan stok yang ada, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dengan adanya stok itu, maka kebutuhan daging di Sumut, khususnya di Kota Medan cukup aman," kata Benhur, Jumat (11/1).

Dijelaskannya, harga daging Kerbau beku dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp 80.000 per kilogram (Kg).

"Lebih murah dibandingkan daging yang dijual di pasaran," jelasnya.

Baca Lainnya: Bulog Sumut Lakukan 2 Hal Hadapi Natal dan Tahun Baru 2019

Diungkapkan Benhur, Bulog juga sudah mengalokasikan daging kerbau beku tersebut ke daerah-daerah yang berpotensi mengalami kenaikan harga.

"Terutama menjelang hari-hari besar seperti saat Natal dan Tahun Baru kemarin," ungkapnya.

Bulog Sumut telah mengalokasikan daging beku ke Pematangsiantar, Sibolga, Dairi, dan beberapa daerah lain yang rentan mengalami lonjakan harga.

"Awalnya dilakukan penyetokan untuk mengantisipasi lonjakan saat Natal dan Tahun Baru, ternyata di tahun ini penyerapan untuk daging terbilang rendah," terangnya.

Benhur menyebut, penyerapan sekitar 20 persen. Dengan penyerapan yang rendah, membuat stok daging beku di gudang Bulog masih cukup banyak.

"Sehingga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan," sebutnya.

Baca Lainnya: Harga Beli dari Petani Masih Rendah, Serapan Beras Bulog Belum Optimal

Selain itu, Bulog Sumut terus melakukan sosialisasi tentang daging beku tersebut. Banyak juga masyarakat ternyata menyukainya.

"Selama ini masyarakat belum terbiasa mengomsumsi daging beku. Saat ini masyarakat mulai banyak yang mengonsumsi daging beku," tuturnya.

Benhur mengungkapkan, di samping dalam rangka instrumen menstabilisasi harga, daging juga bagian dari bisnis Bulog. Semakin banyak masyarakat yang suka, maka semakin bagus.

"Kualitas daging yang dijual Bulog adalah kualitas terbaik, sehingga masyarakat tidak perlu ragu," tandasnya. (RP)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Ini Proses Penyaluran Dana Desa

Peristiwa   20 Nov 2019 - 12:37 WIB
Bagikan: