PBB Berharap Peran Maksimal Indonesia Atasi Sampah Plastik di Laut

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
11 Jan 2019   17:00

Komentar
PBB Berharap Peran Maksimal Indonesia Atasi Sampah Plastik di Laut

Ilustrasi sampah plastik (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Direktur Regional Badan Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Wilayah Asia Pasifik Dechen Tsering mengharapkan peran besar Indonesia dalam upaya kawasan mengatasi masalah sampah plastik di laut.

Mengutip pernyataan Tsering bahwa sebagian sampah laut berasal dari Asia Tenggara dan Indonesia serta negara-negara lain di kawasan sudah berusaha keras mengatasinya.

"Terkait sampah laut, kita sudah bisa melihat awareness (kesadaran), kebijakan, peraturan dan pelaksanaannya," katanya.

Baca Lainnya : DLH Bekasi Ungkap 691 Bank Sampah Mati Suri

Indonesia dan Badan Lingkungan PBB (UN Environment) berencana membentuk pusat peningkatan kapasitas untuk melindungi laut dari dampak kegiatan berbasis daratan yang disebut Regional Center for Capacity Initiative to Protect Marine Environment from Land-based Activities.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, Indonesia mengusulkan pembentukan lembaga itu saat melakukan kunjungan kerja bersama Dechen Tsering ke lokasi reklamasi pertambangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Siti menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen mengurangi sampah, khususnya sampah plastik, hingga 70 persen tahun 2025 dan telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional untuk mengurangi limbah plastik.

Baca Lainnya : Buang Sampah Sembarangan, 15 dari 25 Pengunjung CFD Didenda Rp510.000

Selain mengunjungi Sumbawa Barat, pejabat UN Environment juga mengunjungi Surabaya, Jawa Timur, bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Rosa Vivien Ratnawati untuk melihat fasilitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, yang mengolah sekitar 1.600 ton sampah per hari.

Sekitar 60 persen sampah yang dikelola TPA Benowo merupakan sampah organik. TPA antara lain mengolah sampah untuk mendukung proyek Pembangkit Listrik dari Gas yang dapat menghasilkan listrik 2 Megawatt per hari.

Tsering juga mengunjungi Taman Bungkul menggunakan Surabaya Bus, dan terkesan dengan inovasi Surabaya Bus menjadikan botol sebagai ongkos dalam upaya mengurangi sampah plastik.

Dia juga mengunjungi Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan yang menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF), serta Bank Sampah di Kecamatan Jambangan. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: