AS Segera Kirim Magot ke Zona Perang, Untuk Apa?

TrubusNews
Ayu Setyowati | Followers 0
11 Jan 2019   16:30

Komentar
AS Segera Kirim Magot ke Zona Perang, Untuk Apa?

Magot (Foto : Karmin Winarta/Trubus.id)

Trubus.id -- Magot alias belatung mungkin terlihat menjijikkan, namun  mereka ternyata memiliki banyak manfaat lain, termasuk sebagai obat. Dalam upaya baru untuk menyembuhkan orang yang terluka di zona perang, pemerintah AS mengirimkan magot ke tempat-tempat seperti Suriah, Yaman dan Sudan Selatan, menurut The Telegraph.

Setelah larva ini - seringkali dari lalat hijau - dihubungkan dengan pasien, mereka bekerja dengan baik, menjaga kontaminasi luka terbuka dengan menelan jaringan yang mati dan menyebarkan air liur antibakteri mereka.

Perawatan yang terdengar mengerikan ini mungkin terdengar tidak biasa, tetapi sebenarnya ini adalah obat yang berasal dari zaman kuno. Sebut saja orang Aborigin Australia yang menggunakan magot untuk membersihkan luka. Dan selama Perang Dunia I, para tentara juga memanfaatkan makhluk itu. 

Baca Lainnya: Mengenal Magot, Si Pengolah Sampah Organik yang Andal

Sekarang, terapi ini dapat membantu orang dengan luka bernanah tetap bebas dari infeksi. Proyek US$250.000 atau setara RP3,5 miliar ini bahkan dapat membantu orang yang terluka menjaga anggota tubuh mereka, karena infeksi sekunder dari cedera dan operasi dapat menyebabkan amputasi.

"Orang-orang yang hidup melalui konflik dan krisis kemanusiaan masih sekarat karena luka yang dapat dengan mudah disembuhkan dengan akses yang tepat pada perawatan," Sekretaris Negara untuk Pembangunan Internasional Penny Mordaunt, yang juga anggota Parlemen, mengatakan kepada The Telegraph.

Untuk meluncurkan "proyek magot" Inggris akan memiliki rumah sakit lapangan yang menyediakan magot di lokasi. Setelah telur lalat diletakkan, mereka akan disterilkan dan kemudian diinkubasi selama satu atau dua hari. Pada saat itu, magot siap untuk digunakan, ketika mereka dapat dimasukkan langsung ke dalam luka atau ditempatkan di BioBags, yang kemudian dibungkus luka. 

Magot steril sangat berharga di tempat-tempat yang memiliki perawatan medis dasar atau terbatas. Larva ini dapat mencerna jaringan yang mati dan rusak dari luka, menurut laporan 2012 di Indian Journal of Plastic Surgery. Magot bahkan dapat membersihkan luka lebih cepat daripada yang bisa dilakukan ahli bedah.

Baca Lainnya:5 Keuntungan Mengelola Sampah Organik Pakai Magot

Namun, untuk mencegah penyebaran penyakit, magot ini tidak dapat digunakan dua kali. Jadi, para peneliti telah mengarahkan agar larva dibuang dalam wadah klinis setelah setiap kali digunakan. Jika jika beberapa mloloskan diri ke alam liar, itu seharusnya tidak menjadi masalah, karena magot menjalani proses sterilisasi ketika mereka menjadi lalat.

Jika rencana itu berhasil, rumah sakit lapangan akan membiakkan magot dalam waktu satu tahun, menyediakan cukup larva lapar untuk mengobati 250 luka per hari, Frank Stadler, seorang peneliti di Griffith University di Australia, yang kelompoknya menyediakan ilmu untuk proyek tersebut.

Selain itu, pada tahun 2021, tim berharap untuk membuat starter kit magot sendiri, sehingga orang-orang di komunitas terpencil dapat membesarkan bayi lalat itu sendiri. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: