3 Orang Telah Meninggal, Demam Berdarah Ancam Sulut

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
11 Jan 2019   16:00

Komentar
3 Orang Telah Meninggal, Demam Berdarah Ancam Sulut

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Awal tahun 2019 Demam Berdarah Dengue ( DBD ) mulai mengancam wilayah Sulawesi Utara. Tercatat hingga saat ini, tiga orang meninggal dunia akibat demam berdarah di bulan Januari 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr. Debby Kalalo mengungkapkan, hingga tanggal 6 Januari 2019, sudah ada 67 kasus demam berdarah di Sulawesi Utara. Menurutnya, kejadian ini membutuhkan perhatian khusus, mengingat tren kenaikan jumlah kasus demam berdarah sejak tahun 2017.

"Pemprov Sulut mengingatkan kembali kepada warga untuk bisa melakukan tiga langkah pencegahan penyakit DBD yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan dam mendaur ulang barang bekas," ujar di Manado, seperti dilansir Antara.

Baca Lainnya : Musim Hujan Tiba, Demam Berdarah Mulai Mengancam Warga

Debby menyampaikan bahwa pencegahan lebih penting dari fogging agar jumlah kasus demam berdarah di Sulut tidak bertambah banyak. Menurutnya, fogging hanyalah penanggulangan yang bersifat sementara.

"Jangan setelah ada kejadian baru bergerak melakukan pencegahan. Kalau hanya melakukan fogging itu tidak akan maksimal, karena bersifat sementara dan hanya membunuh nyamuk DBD, tetapi tidak untuk jentik-jentiknya. Selain itu jika kebanyakan fogging bisa berdampak pada keracunan melalui pengasapan," katanya.

Tingginya angka demam berdarah di Sulut menjadi perhatian Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. Dirinya menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk melakukan sosialisasi secara massal terhadap pencegahan demam berdarah.

Baca Lainnya : Kabupaten Yalimo, Papua, KLB Demam Berdarah, Apa yang Dilakukan Pemerintah?

Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan menabur bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, serta memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.

Selain itu, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya ventilasi rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

"Pantaulah peningkatan kasus DBD di wilayahnya dan segera melakukan intervensi langsung, kemudian melaporkan kegiatan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian DBD kepada Gubernur melalui Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: