Soal Impor Jagung 30 Ribu Ton, Perum Bulog Masih Tunggu Izin

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
11 Jan 2019   13:30

Komentar
Soal Impor Jagung 30 Ribu Ton, Perum Bulog Masih Tunggu Izin

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) (Foto : Trubus.id / Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Pemerintah tahun ini akan menambah impor jagung untuk kebutuhan pakan ternak sebanyak 30 ribu ton. Meski telah diperintah Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan impor, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) masih akan menunggu terbitnya Surat Perizinan Impor (SPI).

Minimnya pasokan jagung bisa berdampak pada kenaikan harga pakan ternak. Kenaikan harga jagung ini berdampak pada kenaikan harga komoditas lainnya, seperti daging ayam yang naik Rp1.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Harga telur juga naik sejak November hingga awal Desember lalu, bahkan sempat mencapai Rp25.000 per kilogram. Kondisi ini membuat pemerintah memutuskan untuk melakukan impor jagung tambahan.

Keputusan tambahan impor ini dilakukan pemerintah, menyusul ketetapan impor jagung sebanyak 100 ribu ton tahun 2018 lalu.

Baca Lainnya : Februari, Indonesia Akan Impor Jagung 30.000 Ton 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan, hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) menugaskan Bulog melakukan impor tambahan. 

“Nanti Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyikapi,” kata Buwas di Jakarta, Jumat (11/1).

Dikatakan Buwas, realisasi impor jagung tambahan sebesar 30 ribu ton tersebut harus dilakukan secepatnya. Periode impor jagung akan dibatasi per Februari supaya tidak bertabrakan dengan masa panen jagung. 

Syarat tersebut juga berlaku untuk ketetapan impor jagung sebelumnya sebesar 100 ribu ton. Menurutnya dari penugasan sebelumnya, masih ada sisa jagung yang belum tiba sebanyak 27 ribu ton.

Baca Lainnya : Tekan Kenaikan Harga Telur, Pemerintah Tambah Kuota Impor Jagung Pakan

"Sisa impor jagung 27 ribu ton akan tiba pada pekan depan. Kami sudah data pemesanan dari kelompok usaha kecil maupun peternak,” tambahnya.

Jagung impor tersebut rencananya akan didatangkan dari Brazil dan Argentina. Sebelum melakukan impor, Bulog sudah terlebih dahulu melakukan seleksi untuk kualitas terbaik dengan harga yang murah.

Rencananya, Bulog akan menjual jagung impor tersebut dengan harga Rp4.500 per kilogram. Sebenarnya, Buwas menyayangkan jika masih ada peternak yang masih membeli jagung dengan harga lebih tinggi.

Baca Lainnya : Pemerintah Tidak Impor Jagung Pakan, Peternak Bisa Gulung Tikar

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bakal mengeluarkan izin impor 30 ribu ton jagung secepatnya. Impor tersebut untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. 

"Surat permintaan impor Bulog baru sampai. Segera saya keluarkan (izin impor)," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, beberapa waktu lalu.

Enggar mengatakan tidak mengetahui besaran defisit jagung sehingga impor perlu diambil. "Tanya sama yang (tugasnya) produksi," ujar Enggar. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Baru Dibuka, Bukit Gunung Rinjani Terbakar

Thomas Aquinus   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan: