Awas, Produk Makanan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi Masih Marak di Pasaran 

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
11 Jan 2019   10:30

Komentar
Awas, Produk Makanan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi  Masih Marak di Pasaran 

Nina F Moeloek, Menteri Kesehatan (Foto : Astri Sofyanti/Trubus.id)

Trubus.id -- Sampai hari ini masih marak peredaran produk makanan dan minuman berkadar gula tinggi di pasaran. Dan ini membahayakan masyarakat. Seseorang hanya diperbolehkan mengonsumsi gula sebanyak 30 gram per hari. Tapi nyatanya, masih banyak produk makanan dan minuman kemasan yang kadar gulanya hampir mencapai jatah kebutuhan gula harian manusia dalam satu kemasan saja. 

Padahal Kementerian Kesehatan dalam regulasinya sudah menerbitkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 yang mengatur tentang kadar gula, garam, dan lemak pada makanan olahan dan siap saji. 

Untuk itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengusulkan adanya pemberian label khusus seperti warna merah pada produk makanan dan minuman kemasan yang mengandung kadar gula tinggi.

Baca Lainnya: Nila Moeloek Singgung Daun Kelor Kaya Nutrisi Baik Untuk Masyarakat Asmat

“Kalau kebanyakan gula bisa memicu meningkatnya penyakit tidak menular seperti diabetes,” kata Nila saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Lebih lanjut dikatakan Menkes, pemberian label khusus pada kemasan ini bertujuan untuk orang-orang yang sudah memiliki riwayat penyakit diabetes atau sebagai pencegahan.

Untuk itu, Nila mengajak masyarakat untuk mulai dari dirinya sendiri dalam mengurangi konsumsi gula atau garam dengan kadar tinggi untuk mencegah penyakit tidak menular.

Baca Lainnya: Ini Cara Sederhana Penanggulangan Pertama Atasi Gizi Buruk

"Kalau kita habis minum minuman kadar gula tinggi, kita harus sadar sendiri, jangan minum lagi teh dengan gula. Kita tahan," tambah Nila.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan Kemenkes pernah melakukan pembahasan dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan terkait isu pembatasan kadar gula, garam, dan lemak dalam suatu makanan kemasan serta olahan.

Lebih lanjut Anung menjelaskan, pembahasan tersebut belum bisa berlanjut dikarenakan masih ada pengaturan lebih lanjut. 

"Sudah pernah didiskusikan kementerian terkait, tapi belum ada progres lebih lanjut siapa yang mengatur. Diskusinya masih mengarah pada aspek industri, tenaga kerja, dan pangsa pasar," kata Anung.

Diakui Anung, intervensi pembatasan kadar gula, garam, dan lemak di tingkat industri bukan kewenangan dari Kementerian Kesehatan secara keseluruhan.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: