Program Kemenkes Berhasil Tingkatkan Pembangunan Kesehatan Masyarakat

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
10 Jan 2019   21:00

Komentar
Program Kemenkes Berhasil Tingkatkan Pembangunan Kesehatan Masyarakat

Jajaran Kemenkes usai memaparkan pencapaian kerja selama 4 tahun, Kamis (10/1). (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Dalam 4 tahun terakhir, tanggung jawab tersebut telah dilakukan melalui Program Indonesia Sehat yang mencakup Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Berbagai peningkatan mulai dari kondisi kesehatan masyarakat, keberadaan fasilitas kesehatan, dan kepesertaan JKN nampak terlihat meningkat secara statistik. Terkait kondisi kesehatan masyarakat, misalnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU). Hal itu tercantum dalam RPJMN 2015-2019.

Dari tahun 2015 cakupan terus meningkat dari 78,43 persen menjadi 80,61 persen (2016). Di tahun 2017, sampai dengan Desember menjadi 83,67 persen. Kemudian per November 2018, menjadi 73,50 persen ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan bersalin di Fasyankes.

Baca Lainnya : Masalah Gizi Anak Masih jadi Prioritas Utama yang jadi Sorotan Kemenkes

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan, cakupan ini terus meningkat, mengingat data sampai akhir Desember 2018 masih dalam proses pengumpulan dari Pengelola program KIA di kabupaten/kota dan provinsi.

“Dengan demikian, sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya ibu bersalin untuk melakukan persalinan di fasyankes dan ditolong oleh tenaga kesehatan,” kata Nila saat menggelar jumpa pers awal tahun di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Selain itu, berdasarkan data Riskesdas 2013, persentase Balita yang mengalami stunting sebanyak 37,2 persen dan pada tahun 2018 (Riskesdas 2018) menurun sebanyak 6,4 persen menjadi 30,8 persen.

Peningkatan kondisi kesehatan masyarakat terlihat juga dari capaian kesehatan lingkungan tahun 2015 hingga 2018. Peningkatan itu terlihat mulai dari jumlah desa yang sudah melakukan STOP Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free) dari 4.557 desa (tahun 2015) menjadi 17.751 desa (31 Desember 2018, pukul 13.00 WIB) atau meningkat sebanyak 13.194 desa.

Hal ini juga disertai 48.945.030 Kepala Keluarga (74,55 persen) telah memiliki akses sanitasi atau melakukan Buang Air Besar di jamban sampai dengan akhir tahun 2018.

Baca Lainnya : Menkes: Masyarakat Indonesia Masih Dihadapkan pada Tiga Beban Penyakit

Kementerian Kesehatan juga memastikan perlindungan terhadap generasi bangsa, hingga tahun 2018 Pemerintah telah memberikan imunisasi lengkap sebanyak 3.990.317 (92,04 persen), 70.000.000 anak kurang dari 15 Tahun Terlindungi dari Polio, dan 35.307.148 anak di Pulau Jawa terlindungi dari Rubella dan Campak.

Sebagai wujud peran pemerintah hadir di masyarakat Indonesia yang hidup di daerah tertinggal dan perbatasan, Kemenkes melakukan upaya afirmatif dengan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi bidang kesehatan tahun 2018.

Di tahun terakhir pelaksanaan rencana strategis Kementerian Kesehatan sejak 2015 sampai 2019, dikatakan Nila, Kemenkes berkomitmen untuk mencapai pembangunan kesehatan yang merata di seluruh penjuru nusantara.

“Kementerian Kesehatan akan terus berkomitmen untuk mencapai pembangunan kesehatan dalam mewujudkan peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Tujuannya agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis,” pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: