Berkaca dari Penyakit Ustadz Arifin Ilham, Menkes Ajak Masyarakat Perangi Kanker

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
10 Jan 2019   20:30

Komentar
Berkaca dari Penyakit Ustadz Arifin Ilham, Menkes Ajak Masyarakat Perangi Kanker

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek ajak masyarakat perangi kanker. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Belum lama ini menyebar isu bahwa penceramah kondang, Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia. Ternyata kabar tersebut hanya hoax belaka. Tapi saat ini Ustadz Arifin Ilham tengah terbaring di Rumah Sakit. Ia divonis oleh dokter menginap penyakit kanker kelenjar getah bening.

Berkaca dari peyakit yang diderita ustadz kondang itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengajak masyakakat untuk lebih menjaga kesehatan serta mencegah terpaparnya zat-zat penyebab kanker.

Baca Lainnya : Pelan Tapi Pasti, Kanker Hati dan Kolorektal Menjadi Pembunuh Terbesar Masyarakat Indonesia

"Kanker itu secara teori pengaruh dari lingkungan, lingkungan itu cukup besar memengaruhi. Saya agak khawatir dengan kanker kalau lingkungan tidak diperbaiki kanker akan banyak sekali meningkat," demikian disampaikan Menteri Kesehatan, Nila di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

Saat menangapi penyakit kanker kelenjar getah bening yang diidap Ustadz Arifin Ilham, Nila mengungkapkan, zat yang sifatnya karsinogenik yang bisa memicu sel tubuh normal berubah menjadi sel kanker bila terpapar secara terus-menerus oleh zat karsinogen.

Untuk itu, Nila meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik agar tidak menambah beban sampah plastik yang tidak bisa terdegradasi oleh tanah. Menkes mencontohkan bahaya sampah plastik jika dibakar bisa menimbulkan zat karsinogen apabila dihirup. Zat inilah menjadi salah satu penyebab kanker.

"Plastik yang kita bakar itu menimbulkan dioksin, itu menyebabkan karsinogenik. Zat-zat karsinogenik banyak sebenarnya di lingkungan kita," lanjut Nila.

Baca Lainnya : Presiden RI Berharap, 100 Persen Anak Pengidap Kanker Bisa Disembuhkan

Kemudian Nila mencontohkan bahayanya merkuri dari hasil sisa tambang yang mengalir ke sungai dan berujung di laut hingga termakan oleh ikan. 

“Ikan yang memiliki kandungan merkuri sangat berbahaya apabila dikonsumi manusia dan bisa menyebabkan kanker,” ujarnya kembali.

Untuk itu, dirinya meminta masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang mengubah pola hidup sehat dengan olahraga dan juga rajin mengonsumsi sayur dan buah. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: