Tahun 2019, Kemenkes Masih Tetap Fokus Perangi Stunting

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
10 Jan 2019   19:30

Komentar
Tahun 2019, Kemenkes Masih Tetap Fokus Perangi Stunting

Menkes RI, Nila F Moeloek saat menyampaikan capaian program kesehatan tahun 2018, Kamis (10/1). (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memaparkan pencapaian program kesehatan 2018, Kamis (10/1). Dalam pemaparan itu diketahui, sepanjang tahun 2018 sejumlah permasalahan kesehatan muncul ke permukaan.

Meski sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengendalikannya, tapi Kementerian Kesehatan masih akan melanjutkan sejumlah program kesehatan pada tahun lalu untuk diteruskan pada tahun 2019 ini.

Saat menggelar jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1) Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menegaskan, kesehatan ibu dan anak masih menjadi sorotan yang penting untuk jajarannya pada tahun ini.

Baca Lainnya : Masalah Gizi Anak Masih jadi Prioritas Utama yang jadi Sorotan Kemenkes

Dikatakan Nila, hal ini dilakukan guna menekan angka kematian ibu dan anak akibat penyakit yang masih cukup tinggi di Indonesia. Selain itu, menurunkan angka anak-anak yang lahir stunting.

Nila mengatakan, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) tahun 2018, angka kematian ibu menurun. Selain kesehatan ibu dan anak, Menkes menyebut, kasus stunting juga ingin diturunkan. 

"Kita menginginkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang cerdas. Kita ini masih tiga anak di antara 10 menderita stunting," terang Nila saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (10/1).

World Health Organization (WHO) hanya memperkenankan dua anak dari 10 yang menderita stunting. "Kalau bisa kita di bawah itu, tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi," sambungnya.

Baca Lainnya : Menkes Ajak Generasi Muda Hidup Sehat dan Perangi Stunting

Sebagaimana diketahui, kondisi stunting pada anak tak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kecerdasan anak. Tapi juga akan berpengaruh terhadap kehidupannya di masa mendatang. Sebab, anak yang stunting juga berpotensi mengalami penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan stroke.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, memang angka stunting menurun dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen. "Peningkatan kesehatan ibu dan anak harus ditingkatkan. Begitu juga dengan penurunan angka stunting, yang menjadi program prioritas, agar kita mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang baik ke depannya," ucap Nila menambahkan.

Salah satu prioritas utama Kementerian Kesehatan tahun 2019 selain kematian ibu-anak, stunting. Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan pengendalian penyakit, peningkatan mutu dan akses pelayanan kesehatan, dan penetapan penyelenggaraan JKN/KIS. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: