Pelan Tapi Pasti, Kanker Hati dan Kolorektal Menjadi Pembunuh Terbesar Masyarakat Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua
10 Jan 2019   19:00 WIB

Komentar
Pelan Tapi Pasti, Kanker Hati dan Kolorektal Menjadi Pembunuh Terbesar Masyarakat Indonesia

Ilustrasi Kanker hati (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Istilah kanker hati dan kanker kolorektal atau usus besar mungkin masih terasa asing di telinga masyarakat Indonesia. Akan tetapi kematian akibat kedua jenis penyakit ini diam diam mulai menjadi 'hantu' pembunuh yang mengerogoti masyarakat Indonesia. 

Lembaga penelitian kanker Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) menyebut kanker usus (kolon) dan hati merupakan jenis penyakit yang sering ditemui di Indonesia. Kebanyakan penderita didiagnosa sudah ada dalam stadium lanjut. 

Principal Investigator di Mochtar Riady Institute for Nanotechnology Ivet Suriapranta mengatakan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kanker kolorektal merupakan kanker yang kasusnya menempati urutan kedua terbesar sebagai jenis kanker yang terdiagnosa pada pria dan ketiga pada wanita.

Baca Lainnya : Pengidap Kanker Naik, Tapi Tingkat Kematian Turun

Tidak jauh berbeda dengan kanker kolorektal, kanker hati juga banyak diderita di Indonesia. Sedangkan berdasarkan data Globocan, pada 2012 terdapat 782.451 penderita kanker hati di seluruh dunia, sebanyak 18.121 penderita berasal dari Indonesia.

"Fokus penelitian dipusatkan pada upaya untuk memahami perkembangan mutasi genetik dan pengaruhnya terhadap pasien kanker," jelas Principal Investigator di Mochtar Riady Institute for Nanotechnology Ivet Suriapranta seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (10/1). 

Dia menjelaskan, bahwa penelitian kanker yang dilakukan di MRIN mencakup bidang genomic (berdasarkan profil gen) dan proteomic (berdasarkan pada sifat protein). 
Riset yang dilakukan mencakup prediksi, pencegahan, dan pengobatan atas penyakit kanker. 

Baca Lainnya : Mahasiswa ITB Ciptakan Alat Pendeteksi Dini Kanker Serviks

Ia menjelaskan bahwa penelitian untuk memprediksi kanker dilakukan dengan melakukan pengidentifikasian variasi genetik, sedangkan untuk pencegahan, MRIN meneliti efek dari obat-obatan tertentu yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap insulin.

"Prediction bertujuan untuk mengidentifikasi variasi genetik di gen tertentu yang ada di Indonesia yang berasosiasi dengan kerentanan seseorang terhadap kanker hati dan kanker kolon, sedangkan untuk cakupan pencegahan atau prevention, MRIN meneliti terkait efek obat tertentu yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap insulin," katanya.

Selain itu MRIN juga meneliti potensi terapi infeksi virus untuk melawan kanker.

"Sedangkan untuk treatment, kami meneliti potensi infeksi virus terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker sebagai alternatif dari pengobatan imunoterapi yang dilakukan dalam pengobatan kanker," katanya. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: