80 Ekor Burung Sitaan Dikabarkan Mati Kelaparan, Ini Tanggapan BKSDA Jatim

TrubusNews
Syahroni
10 Jan 2019   16:30 WIB

Komentar
80 Ekor Burung Sitaan Dikabarkan Mati Kelaparan, Ini Tanggapan BKSDA Jatim

Ratusan burung dilindungi dari penangkaran tak berizin di Jember, Oktober 2018 silam. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Oktober 2018 silam, ratusan burung di penangkaran milik CV Bintang Terang yang berada di Jember, Jawa Timur diamankan petugas. Burung-burung langka yang masuk dalam daftar dilindungi itu diamankan lantaran perusahaan tersebut diduga tidak memiliki izin.

Kini setelah beberapa bulan berlalu, burung langka yang sebagian besar didominasi jenis paruh bengkok itu dikabarkan dalam kondisi memprihatinkan. Sebanyak 80 burung dikabarkan mati. Sementara 10 lainnya ada yang dalam kondisi kritis. 

Menanggapi kondisi ini, pakar satwa mengecam agar pihak terkait segera menindaklanjuti kondisi tersebut dengan cara memindahkan burung-burung tersebut ke penangkaran yang presentatif. Sementara itu, 10 burung langka yang diketahui dalam kondisi kritis akan segera dipindahkan untuk mendapat penanganan intensif.

Baca Lainnya : Polisi Sita 443 Ekor Burung Langka dari Perusahaan Penangkaran di Jatim

"Ratusan burung langka yang dijadikan barang bukti tersebut harus diperhatikan keselamatannya, dengan dipindahkan ke penangkaran yang representatif untuk sementara waktu hingga kasus selesai," tegas Singky Soewadji, pakar satwa seperti dikutip dari Jawa Pos.

Pihaknya sendiri telah mempersiapkan 30 sangkar berukuran 3 x 3 meter yang representatif dan berizin untuk membantu menampung sebagian burung tersebut untuk sementara waktu.

"Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur telah melakukan survei dan 30 kandang tersebut dinyatakan layak. Rencananya, 10 burung kakak tua paruh bengkok yang saat ini dalam kondisi kritis, akan segera dipindahkan ke sangkar yang terletak di Kenjeran tersebut untuk mendapatkan perawatan intensif," kata imbuh Singky.

Baca Lainnya : Pemilik 92 Ekor Merak di Vila Puncak Dijerat Pidana Kehutanan

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur sendiri membantah adanya isu burung hasil penyitaan di Jember mati kelaparan. Kepala BBKSDA, Dr. Nandang Prihadi, S. Hut.,M.Sc mengakui, memang ada burung yang mati. Namun burung tersebut mati karena faktor usia dan stress, bukan karena kekurangan makanan.

"Jumlahnya ada 8 ekor burung yang mati. Untuk makanan burung dipastikan tidak perlu ada kekhawatiran karena BBKSDA Jatim selalu memperhatikan dengan cermat ketersediaan makanan. Kita pun disana juga ada tim yang selalu mengecek," jelasnya.

Ia pun juga mengatakan, burung yang diamankan di Jember malah menjadi lebih banyak.

Baca Lainnya : BKSDA Jatim Lepasliarkan Ratusan Burung Murai dan Cucak Hijau Hasil Sitaan

"Awalnya yang ada disana sekitar 420 ekor, kemudian kita ambil untuk dibawa ke Surabaya 45 ekor sebagai barang bukti press release Polda Jatim yang ternyata tidak jadi digelar. Jadi total burung di Jember tinggal 375 ekor, tapi setelah dilakukan pemeriksaan mulai tanggal 5 - 6 Januari 2019 ternyata menjadi 408 ekor," terangnya.

Nandang menyebut burung-burung yang diamankan di kantor ternyata bertelur sehingga populasinya bertambah. Ia juga menuturkan, 10 dari 45 ekor burung yang awalnya untuk press release masih disimpan di kandang transit BBKSDA Jatim.

"Sedangkan sisanya sebanyak 35 ekor kita titipkan ke Eco Greenpark Batu, Jawa Timur untuk dipelihara sementara. " tambahnya.

Nandang menambahkan, 45 ekor tersebut terdiri dari empat jenis burung yaitu burung kakaktua jambul kuning besar, kakaktua jambul kuning medium, kakaktua tanimbar, dan nuri bayan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: