Jepang Siap Aplikasikan Teknologi Hidro Energi di Semarang

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
10 Jan 2019   12:30

Komentar
Jepang Siap Aplikasikan Teknologi Hidro Energi di Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama, Jepang, untuk pengembangan teknologi hidro energi guna menghasilkan tenaga listrik.

"Setelah konverter gas ini, kami sedang menggagas dengan Pemerintah Yoyama juga, transfer teknologi. Namanya, hidro energi," ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Rabu (8/1), di sela Grand Launching Program Converter Gas Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama, Jepang.

Hendrar Prihadi mengungkapkan, Kota Toyama sudah mengaplikasikan teknologi itu dengan memanfaatkan aliran sungai di kota negeri "Sakura" itu.

"Di Toyama, kami melihat ada beberapa arus sungai dengan debit skala tertentu mampu menggerakkan turbin dan menjadi listrik," katanya.

Teknologi hidro energi untuk menghasilkan energi listrik yang diterapkan di Toyama rencananya juga akan dicoba diterapkan di Semarang.

Baca Lainnya : Banjir Ancam Semarang, Pompa-pompa Air Disiagakan

"Karena kami lihat ada beberapa arus sungai di Semarang yang secara debit maupun tenaganya mempunyai potensi menjadi energi listrik," ujarnya.

Menurutnya  dengan kerja sama "sister city" atau apa pun yang dijalin dengan kota-kota di negara lain harus menghasilkan program yang konkret dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Tidak sekarang runding-runding, tetapi tidak ada tindak lanjutnya. Kami setelah penandatanganan MoU (nota kesepahaman) dengan Toyama, ada langkah konkretnya," terangnya.

Salah satunya adalah dengan pemasangan konverter gas di 72 armada BRT Trans Semarang yang mampu meminimalisasi emisi gas buang dan menekan biaya operasional.

Baca Lainnya : Proyek Dikebut, Normalisasi BKT Semarang Sudah Hampir Rampung

Pembiayaan program konverter gas BRT Trans Semarang itu ditanggung bersama antara Pemkot Semarang dan Pemerintah Kota Toyama dengan skema 50:50.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M Khadik mengungkapkan kesiapan infrastruktur penunjang, yakni stasiun pengisian gas untuk armada Trans Semarang.

"Stasiun pengisian gasnya ada di tiga tempat, yakni Kaligawe, Mangkang, dan Tambakaji. Namun, sementara yang dioperasikan di Terminal Tambakaji dulu," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: