Minim Hujan, Ratusan Warga Kediri Darurat Air Bersih

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
09 Jan 2019   20:00

Komentar
Minim Hujan, Ratusan Warga Kediri Darurat Air Bersih

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ratusan warga Desa Sepawon, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, saat ini mengalami kesulitan air bersih akibat semakin menyusutnya sumber air Clangap yang ada di daerah tersebut sebagai dampak minimnya curah hujan.

Diungkapkan Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agata di Kediri, Rabu (9/1), Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) BPBD Kabupaten Kediri saat ini telah melakukan observasi awal ke Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, yang dilaporkan terkena musibah kekurangan air.

"Kami lakukan pengiriman air di sana (Desa Sepawon), karena musim kemarau panjang sebelumnya dan intensitas hujan saat ini yang belum terlalu tinggi," kata Randy seperti dilansir Antaranews.

Baca Lainnya : Kekeringan Masih Melanda, BPBD Gunungkidul Terus Distribusikan Air Bersih

Menurutnya, kejadian ini karena dampak dari kemarau panjang pada 2018. Hal tersebut menyebabkan sumber air Clangap yang ada di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri itu mengalami penyusutan.

Air yang mengalir di sumber tersebut terlalu kecil sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sebagian warga Desa Sepawon. Terlebih lagi, di wilayah sumber air Clangap tersebut banyak pohon besar yang ditebangi untuk membuka lahan pertanian baru.

Dijelaskannya, hal tersebut sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir, yakni mulai November 2018. Akibat dari kejadian ini, tiga dusun yang ada di Desa Sepawon, kesulitan air bersih. Dusun itu antara lain Dusun Petung Ombo yang terdapat 410 KK dengan 1.230 jiwa, Dusun Gatok 92 KK dengan 224 jiwa, Dusun Badek 358 KK dengan 1.012 jiwa.

Baca Lainnya : Krisis Kemarau Situbondo Memaksa 15 Dusun Kekurangan Air Bersih

"Ini tentunya juga berpengaruh pada daya serap air yang mengganggu sumber mata air yang ada. Selain penanganan darurat dengan pengiriman air bersih, pemerintah juga sedang mengupayakan penyelesaian masalah tersebut dengan pembuatan sumur bor dalam," ujarnya.

Sementara itu, Randy mengatakan saat ini BPBD Kabupaten Kediri melakukan pengiriman air bersih ke Desa Sepawon tersebut. Namun, sebelumnya dari BPBD juga sudah melakukan pengiriman air bersih di daerah itu sejak 17 September 2018 sampai dengan 14 November 2018. Pengiriman air itu juga atas permintaan dari perangkat desa setempat.

Untuk saat ini, kata dia, BPBD kembali melakukan pengiriman air bersih, sebab ada permintaan dari perangkat desa. Dari pihak desa mengirimkan surat secara resmi untuk pengiriman air, sehingga bisa segera ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Kediri.

"Kami tidak membatasi kuantitas maupun waktunya. Kami cukupi sesuai kebutuhan. Untuk pengambilan air kami koordinasi dengan pihak Perkebunan Ngrangkah Sepawon. Jadi, air kami ngambil dari perkebunan untuk didistribusikan ke warga," pungkas Randy. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: