FKHM Hijaukan Makassar dengan Tanam 18 Ribu Pohon 

TrubusNews
Karmin Winarta | Followers 0
09 Jan 2019   14:36

Komentar
FKHM Hijaukan Makassar dengan Tanam 18 Ribu Pohon 

Ahmad Yusran, founder Forum Komunitas Hijau Makassar (FKHM) (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tanggal 10 Januari merupakan hari bersejarah bagi lingkungan. Hari itu diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Dalam rangka merayakan momen penting ini, Forum Komunitas Hijau Makassar (FKHM) membbagikan gratis pohon Ketapang Kencana di moment Car Free Day di Makassar.

Selain itu mereka juga akan tetap lebih fokus pada penghijauan di kota Makassar. Ahmad Yusran, foundernya, menceritakan, Forum Komunitas Hijau Makassar lahir sejak 6 tahun lalu. Komunitas ini lahir berkat inisiasi dari Dirjen Penataan Ruang kementerian Pekerjaan Umumdalam pemgembangan kota hijau.

Baca Lainnya: Danny Setyawan , Berdayakan Warga Melalui Rumah Baca Sangkrah

"Saat itu kami dan sejumlah teman-temandari berbagai kota di Indonesia berkumpul di jakarta. Di sini kami dibeali bagaimana menyusun master plan dan tatacara pelaksaan dan pengembangan kota hijau. Diantaranya green transportasi, green economy, building, open space danlainnya, " katanya.

Saat ini Forum Komunitas Hijau anggotanya berasal dari lintas komunitas. Siapa saja yang peduli dengan lingkungan. Beberapa komunitas itu diantaranya komunitas ibu-ibu, komunitas sepeda, mahasiswa, pegiat lingkungan, mapala, pegiat daur ulang sampah dan lainnya. Jumlahnya bisa sampai ribuan orang. 

Menurut Yusran, Forum Komunitas Hijau Makassar selain menanam pohon, juga melakukan gerakan horisontal, yakni gerakan yang dibangun dengan asas kemandirian. Komunitas ini tidak lagi tergantung pada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Mereka terus aktif menanam pohon di pesisir pantai, taman, lahan kritis, daerah aliran sungai, danau, waduk di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.  

Baca Lainnya: Nauval, Entrepreneur Muda dari Boyolali yang Berdayakan 250 Petani Susu

Sampai saat ini, komunitas ini telah menanam pohon sekitar 18 ribu, termasuk pohon mangrove di daerah Pesisir Untia dan juga di Pesisir Tallo. 

"Kami selain mengajak menanam pohon juga mengedukasi tidak hanya menyangkut tatacara  memenam yang baik dan benar, tetapi aspek perlakuan kepada mangrove itu sendiri, " katanya Kepada Trubus.id Rabu (9/1). 

Selain itu juga menjelaskan apa manfaat mangrove itu sendiri, baik yang ada di DAS maupun di pesisir. Hutan mangrove yang mereka tanam kini sedang dijadikan landmark kepentingan wisata dan sebagai laboratorium ekologi.

Saat ini hutan mangrove di Pesisir Tallo yang mereka tanam sudah berakar, dengan tinggi kurang lebih 3 sampai 4 meter dan telah menjadi rumah kepiting, rumah ikan.

Ke depan, komunitas ini masih akan lebih fokus dengan isu perubahan iklim, suhu, teriknya matahari dan tetap melakukan penghijauan sesuai karakter wilayahnya.

Yusran yang saat ini menjabar sebagai Sekretaris Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) ini juga mulai mengenalkan bahan organik dengan mendirikan Makanan Organik Makassar (MOM) dengan menciptakan pupuk organik dari limbah. Di makassar kepala ikan di TPI di pasar melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. 

Selain itu Yusran dan kawan-kwan juga akan memanfaatkan sekam, dan limbah pertanian untuk kepentingan pertanian. Sudah berapa jumlah pohon yang Trubus Mania tanam?

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: