Rawan Tsunami, Kenapa Kabupaten Blitar Tidak Dipasangi Alat Pendeteksi?

TrubusNews
Syahroni
08 Jan 2019   20:30 WIB

Komentar
Rawan Tsunami, Kenapa Kabupaten Blitar Tidak Dipasangi Alat Pendeteksi?

Ilustrasi alat pendeteksi tsunami. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebanyak 8 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur disebutkan masuk dalam daftar daerah rawan bencana tsunami. Berbagai langkah pun dilakukan untuk mengurangi dampak jika bencana ini terjadi. Salah satunya dengan memasang 20 alat pendeteksi tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Namun demikian, Kabupaten Blitar yang masuk dalam daftar tersebut nyatanya tidak dipasangai alat itu. Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan.

Baca Lainnya : Sumbar Butuh 600 Alat Peringatan Dini Tsunami

Heru mengatakan, pihaknya baru mengetahui kalau Blitar tidak termasuk wilayah yang akan dipasangai alat pendeteksi tsunami usai dirinya diundang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) beberapa pekan lalu.

"Pada pertemuan itu dijelaskan, akan ada 20 alat pendeteksi tsunami yang akan dipasang. Namun tidak satupun yang akan dipasang di wilayah pesisir selatan Kabupaten Blitar," terang Heru, Selasa (8/1).

Pemasangan 20 alat pendeteksi tsunami untuk wilayah Kabupaten Blitar, lanjut dia, dipasang lurus dengan daerah Bantul. Sementara arah ke timur, dipasang lurus dengan Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Baca Lainnya : Dilewati 3 Lempeng Tektonik Aktif, Kawasan Indonesia Timur Rawan Tsunami

"Untuk sebelah selatan paling dekat dengan Blitar, lurus dengan daerah Bantul. Kalau yang ke timur itu di NTB. Memang jaraknya jauh karena jumlahnya cuma 20. Itupun program pemerintah pusat ya, kami hanya diberi informasi saja," jelasnya. 

Namun dengan beberapa kejadian tsunami yang melanda Indonesia tahun 2018, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada. Utamanya warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar pesisir pantai selatan. Seperti wisatawan, nelayan dan para pedagang. 

"Imbauan kami tetap jangan terpancing isu. Namun juga harus tetap waspada karena kita tidak tau datangnya bencana," tandasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: